Published On: Mon, Jan 18th, 2016

Nikmati Pertunjukan Film Alternatif di Kinosaurus

Kinosaurus hadir sebagai tempat pemutaran film alternatif.  (Foto: Media Publica/Dianty)

Kinosaurus hadir sebagai tempat pemutaran film alternatif.
(Foto: Media Publica/Dianty)

Jakarta, Media Publica – Bagi Anda penikmat film, sebaiknya jangan melewatkan tempat yang satu ini. Hadir sebagai tempat alternatif menonton film, Kinosaurus siap membawa anda mengenal berbagai film yang belum pernah Anda lihat di bioskop.

Meiske Taurisia, salah satu pendiri dari Kinosaurus mengatakan jika Kinosaurus hadir untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai berbagai film dari berbagai Negara yang jarang diputar di bioskop, seperti Swedia, Perancis dan Inggris. Meiske berharap dengan hadirnya Kinosaurus dapat menambah khasanah bagi masyarakat terhadap film.

“Konsep dari kinosaurus ini ya kita mau mengajak semua orang untuk menonton film dan tontonan yang kita berikan disini pastinya film-film yang ga ada di bioskop. Jadi kita mau menambah khasanah, ngobrol, nambah vocabulary semua orang terhadap film,” ungkapnya saat ditemui usai pemutaran film dan diskusi di Kinosaurus pada Jumat (8/1) lalu.

Selain untuk memutarkan film alternatif, Kinosaurus juga membuka kesempatan bagi setiap orang yang ingin belajar membuat film seluloid, yakni pembuatan film dengan bahan baku pita seluloid dan diputar melalui sistem proyeksi. Tidak hanya itu, Kinosaurus juga merupakan ruang terbuka untuk diskusi.

Suasana tempat pemutaran film di Kinosaurus. Selain untuk pemutaran film, Kinosaurus juga membuka kesempatan untuk diskusi dan membuat film seluloid.  (Foto: Media Publica/Dianty)

Suasana tempat pemutaran film di Kinosaurus. Selain untuk pemutaran film, Kinosaurus juga membuka kesempatan untuk diskusi dan membuat film seluloid.
(Foto: Media Publica/Dianty)

Meiske bercerita jika didirikannya Kinosaurus atas dasar inisiasinya bersama tiga rekannya, yakni Edwin, Edi dan Dinda yang sebelumnya telah bergelut di dunia film sebagai produser dan sutradara. Selama dua tahun Meiske dan rekan-rekannya yang tergabung dalam inisiatif pemutar film, yakni Kolektif, rutin memutarkan film hasil produksi sendiri ke berbagai komunitas di Jakarta maupun luar Jakarta. Kebersamaan tersebut akhirnya yang mendorong mereka untuk mendirikan sebuah tempat sebagai sarana publikasi film.

“Nah selama kita jalan dan bikin film tentunya pengen buat tempat sendiri yang kita bisa memutar film-film, bukan masalah film kita aja tapi juga film-film teman dan dari luar juga,” ungkap wanita berkacamata ini.

Kegiatan rutin yang diselenggarakan di Kinosaurus, yakni pemutaran film setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu pada pukul 19.00 dan 21.00 WIB. Selain itu setiap hari Rabu pukul 20.00 terdapat program yang dinamakan Klip Klub untuk memutar musik video. Pada pemutaran video musik yang pertama nanti, yakni pada 20 Januari mendatang akan diputar video musik Sim F, seorang director video clip. Kemudian pada tanggal 27 Januari Kinosaurus akan mengundang Thejadugar (Anggun Priambodo dan Henry Foundation). Selain itu, pada Rabu berikutnya akan ada Cerahati (Bandung) Proma Rama, Gundala Pictures dan Sinema Pinggiran.

Tempat ini memiliki konsep homey yang dapat membuat setiap pengunjungnya betah berada disana. Kinosaurus sendiri terletak di dalam toko buku Aksara Kemang, Jakarta Selatan yang juga bersebelahan dengan Ruang Seduh dan Granara Art. Dengan membayar Rp 50.000,- anda dapat menikmati satu kali pertunjukan film.

 

Reporter: Dianty Utari Syam

Editor: Prasriana Fitriesti