Published On: Thu, Aug 13th, 2015

Menguak Sisi Lain Fesyen Spanyol

Pameran Trend Spotters? The Essential Names in Spanish Fashion dikemas melalui karya artistik fotografi dari berbagai desainer asal Spanyol secara alfabetis. (Foto: Media Publica/Anisa)

Pameran Trend Spotters? The Essential Names in Spanish Fashion dikemas melalui karya artistik fotografi dari berbagai desainer asal Spanyol secara alfabetis. (Foto: Media Publica/Anisa)

Jakarta, Media Publica – Kedutaan Besar Spanyol dan Galeri Nasional Indonesia membuka pameran bertajuk ‘Trend Spotters? The Essential Names in Spanish Fashion’ diadakan di Galeri Nasional, Gambir, Jakarta Pusat pada tanggal (30/7) lalu.

Pameran ini menyuguhkan “tampilan intim” abad fesyen Spanyol dari para desainer mode ternama Spanyol, yang dikemas secara artistik dalam 67 karya fotografi, satu per desainer secara alfabetis, dari Adolfo Dominguez hingga Vittorio and Lucchino. Pameran tersebut merupakan hasil kurasi Pedro Mansilla, seorang sosiolog, wartawan, kritikus fesyen, dan dosen lulusan Magister Jurnalisme Fesyen.

“Intim ini merujuk pada kita agar bisa lebih dekat mengetahui tentang fesyen Spanyol itu sendiri. Mulai dari perkembangannya, ciri khas, lalu menguak kesadaran ‘oh ternyata ini dari Spanyol ya’ gitu.” Ujar Desy Novita, Staf Pameran dan Kemitraan Galeri Nasional Indonesia.

Pameran yang diadakan dari 31 Juli hingga 30 Agustus 2015 ini ingin memperkenalkan sisi lain dari Spanyol yang bukan hanya sepak bola dan matador, melainkan fesyen. Masyarakat kurang mengenal bahwa sebetulnya Spanyol merupakan salah satu Negara pelopor tren dan rumah dari berbagai merek terkenal yang banyak di pakai di seluruh dunia.

Desy mencontohkan, foto Balenciaga dan Beba’s Closet yang berdampingan. Foto koleksi dua perancang busana itu sama-sama menunjukkan model molek yang mengenakan gaun yang sangat indah. Gaun merah karya Balenciaga bergaya klasik tahun 70an. Sementara gaun cocktail milik Beba berwarna hitam itu menunjukkan transformasi gaya Spanyol yang masih dipakai sampai sekarang.

Dengan ditampilkan foto busana dari para perancang, terlihat bahwa tren di dunia fesyen terus berputar. Sesuatu yang digemari pada zaman dulu bisa kembali lagi di zaman sekarang. Contohnya tren baju renang dengan gaya retro pada era 60an yang kini kembali diminati banyak wanita. Viga Dwitama Putri, salah satu pengunjung pameran cukup antusias dengan fesyen Spanyol yang dipamerkan. “Menarik dan aku suka dengan model-model fesyen nya dan karya Maria Barros,” ungkapnya. Viga berharap para desainer Indonesia juga tak kalah berkembang dengan desainer Spanyol.

Pameran ini tidak dipungut biaya dan beroperasi dari jam 10.00 sampai 18.00. Desy berharap dengan adanya pameran ini, akan memberikan edukasi dan menciptakan generasi baru yang berkreasi dan mengembangkan seni rupa.

Reporter: Zulfiana Rachmawani & Anisa Widiasari

Editor: Rarasati Anindita