Published On: Sat, Jul 11th, 2015

Indonesia Resmi Jadi Associate Member Melanesian Spearhead Group

Caption : Konfrensi Melanesian Sperhead Groups di Honiara, Kepulauan Solomon. (Sumber: Msgsec.com)

Caption : Konfrensi Melanesian Sperhead Groups di Honiara, Kepulauan Solomon. (Sumber: Msgsec.com)

Jakarta, Media Publica – Indonesia resmi menjadi anggota Organisasi Negara-negara Melanesia (Melanesian Spearhead Group) dalam KTT di Kepulauan Solomon pada 26–27 Juni 2015 lalu. Peningkatan status Indonesia menjadi Associate Member setelah sebelumnya berstatus observer dalam Melanesian Spearhead Group (MSG) sejak Maret 2011 ini kerjasama yang terjalin dengan negara-negara Pasifik semakin erat. Kerjasama ini dianggap memberi dampak positif yang baik bagi Indonesia.

Menurut juru bicara Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir kerjasama ini sesuai dengan visi pembangunan Indonesia. “Saat ini fokus MSG adalah pembangunan dan ekonomi dengan prinsip menghormati hukum internasional, ini sejalan dengan visi pembangunan Indonesia,” seperti yang dilansir oleh CNN.

Menurutnya, Indonesia sering kali menjalin kerjasama dengan berbagai negara anggota MSG. seperti halnya kerjasama anatar Indonesia dan Papua Nugini yang sedang dibahas mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan pembangunan jalan. Nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara MSG yang saat ini mencapai US$ 260 juta akan dapat ditingkatkan lagi dengan kerjasama ini. Hingga Mei 2015 lalu, Indonesia sebagai observer telah melakukan kerjasama teknis untuk peningkatan kapasitas dengan negara anggota MSG sebanyak 130 program yang diikuti oleh 583 peserta.

MSG merupakan organisasi berlatar budaya Melanesia yang dicetuskan pertama kali pada 17 Juli 1986 saat keempat pimpinan pemerintahan dari Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu dan Fron Pembebasan Nasional Sosialis Kanak (FLNKS) dari Kaledonia Baru mengadakan pertemuan di Goroka, Papua Nugini. Indonesia dan sejumlah negara anggota MSG memiliki banyak kesamaan, seperti sama-sama negara kepulauan, memiliki jumlah penduduk Melanesia yang cukup besar dan sama-sama menghadapi tantangan perubahan iklim.

 

Sumber : CNN & Tribun

Editor: Mega Pratiwi