Published On: Thu, Jun 4th, 2015

Nuansa Tradisional Sunda Hiasi Album Sarasvati dan Gran Kino

(Foto: Media Publica/Abrar)

(Foto: Media Publica/Abrar)

Jakarta, Media Publica – Setelah terakhir meluncurkan album pada 2012 lalu, Sarasvati akhirnya keluarkan album baru bertajuk ‘Bujangga Manik’. Pada albumnya kali ini, Sarasvati menggandeng band indie-rock asal Prancis bernama Gran Kino. Bujangga Manik sendiri berasal dari sebuah naskah kuno Sunda berusia 600 tahun dengan judul yang sama.

Kolaborasi antara musisi dua negara tersebut menghasilkan lagu-lagu bernuansa tradisional yang cukup mistis, serta dikemas sesuai dengan karakter khas masing–masing band. Perpaduan empat bahasa yakni Sunda, Indonesia, Prancis dan Inggris dijadikan satu hal unik dalam album mereka. Persiapan album dilakukan sejak 3 bulan lalu, ditandai dengan kedatangan Gran Kino ke Indonesia hingga akhirnya rilis pada 29 Mei lalu di Bandung, Jawa Barat.

“Tiga bulan kurang lebih, karena tiga bulan yang lalu mereka datang kesini memang untuk sesi latihan sebelum kita recording terus kita melakukan kegiatan recording di masing- masing negara dan ada penambahan seperti puisi serta lirik-lirik pada saat recording. Kita punya waktu satu kali latihan pada minggu lalu untuk latihan terakhir perilisan album ini.” ujar Risa Saraswati, saat dijumpai Media Publica pada Sabtu (30/5) lalu, di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta.

Kolaborasi bermula saat Sarasvati menjadi Opening Act Gran Kino pada Festival Printemps Francais 2013 lalu. Gran Kino tertarik dengan sastra kuno Sunda yang berjudul Bunjangga Manik karena sisi maskulin sang petualang yang mereka jumpai mempunyai banyak hal yang menarik seperti perjalanan hidupnya, kecintaan Bujangga Manik kepada ibunya, gadis yang didekatnya dan orang-orang disekitarnya perihal kemanusiaan

Dibantu oleh Institut Prancis di Indonesia Institut Français d’Indonésie (IFI) dalam program Festival Printemps Francais 2015 Sarasvati dan Gran Kino akan mengadakan tur untuk launching albumnya ke lima kota besar di Indonesia, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Bali.

Reporter: Muhammad Imam Abrar*

Editor: Rarasati Anindita

*Penulis merupakan mahasiswa Fikom UPDM(B) angkatan 2012