Published On: Mon, Apr 27th, 2015

Kondisi WNI Pasca Gempa Bumi di Nepal

Gempa bumi sebesar 7,9 SR yang melanda Nepal menelan banyak korban jiwa. Gempa bumi ini masuk kedalam bencana alam terburuk dalam 80 tahun terakhir. (Sumber: Reuters)

Gempa bumi sebesar 7,9 SR yang melanda Nepal menelan banyak korban jiwa. Gempa bumi ini masuk kedalam bencana alam terburuk dalam 80 tahun terakhir. (Sumber: Reuters)

Jakarta, Media Publica – Gempa bumi sebesar 7,9 Skala Richter yang mengguncang Nepal pada Sabtu (25/4) lalu menyisakan banyak duka. Selain mengakibatkan banyaknya bangunan bersejarah maupun rumah penduduk yang hancur karena guncangan gempa yang dahsyat, banyak pula korban jiwa yang berjatuhan. Tidak hanya warga berstatus penduduk asli Nepal, terdapat pula korban yang berasal dari Negara lainnya, salah satunya adalah Indonesia.

Seperti yang dilansir oleh CNN Indonesia pada pagi ini, bahwa jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di Nepal sebanyak 49 orang dengan rincian sebanyak 18 berstatus penduduk tetap dan sekitar 31 WNI berstatus pengunjung, yakni sebagai turis maupun berkunjung untuk kegiatan resmi. Dari jumlah yang berhasil didata tersebut, sebanyak 29 orang telah diketahui kondisinya dan dinyatakan dalam keadaan baik.

“Dari 18 ini sembilan bisa dikontak dan sembilan lainnya belum bisa dikontak. Sementara dari yang sisanya tadi, 31 orang, 20 orang saat ini sudah bisa dikontak sementara 11 orang lainnya belum bisa dikontak,” ujar Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno L.P Marsudi seperti yang dilansir oleh CNN Indonesia.

Retno melanjutkan, jika upaya untuk menghubungi WNI yang belum diketahui kondisinya masih terus dilakukan. Ia mengakui jika proses dalam menghubungi WNI tersebut masih berjalan lambat dikarenakan gempa tersebut berdampak pada rusaknya sarana komunikasi.

Namun, Retno sendiri telah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang bertempat di Dhaka untuk membantu dalam evakuasi WNI. “Jika memungkinkan untuk masuk ke Nepal untuk membantu, mencoba berkomunikasi dengan WNI kita yang ada disana,” ujarnya.

Sementara itu, hingga siang tadi dikabarkan lebih dari 3.200 jiwa dinyatakan tewas dan 6.538 jiwa mengalami cedera di Nepal. Evakuasi masih belum bisa dilakukan secara menyeluruh di penjuru tempat dikarenakan terhambat oleh kondisi jalan yang rusak, tanah longsor dan sarana komunikasi yang tidak bisa digunakan.

Gempa bumi ini diketahui mempunyai kedalaman yang sangat dangkal, yakni sekitar 10-15 km, sehingga guncangan yang dirasakan terasa sangat parah. Bahkan sekitar empat jam setelah kejadian, tercatat 14 gempa susulan terjadi berkisar empat hingga enam Skala Richter dan ikut mengguncang beberapa Negara bagian India, Bangladesh dan Pakistan yang mengakibatkan sekitar 61 orang tewas di beberapa Negara tersebut.

 

Sumber: Reuters dan CNN Indonesia

Editor: Dianty Utari Syam