Ilustrasi (Sumber: WHO)
Ilustrasi (Sumber: WHO)

Jakarta, Media Publica – Tidak dipungkiri sebuah penyakit bisa disebabkan karena virus atau kuman yang masuk ke dalam tubuh manusia. Selain karena faktor lingkungan, kandungan makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga berpotensi menyebabkan berbagai penyakit yang sangat bahaya.

Masyarakat pada umumnya jarang memperhatikan kandungan makanan yang mereka konsumsi. Mereka hanya bisa menghindari makanan berbahaya ketika terdapat tanda kerusakan bahan pangan yang nyata terasa, seperti permukaan yang mengkerut maupun bau busuk. Namun sering ditemui kuman atau zat kimia berbahaya yang tidak berubah wujud, rasa dan aroma pada makanan sehingga tidak diketahui indikasi kandungan berbahaya dalam makanan tersebut.

Salah satu faktor yang mengancam keamanan kandungan pangan yang dikonsumsi masyarakat ialah perubahan. Mulai dari perubahan lingkungan, proses produksi, pengantaran/distribusi, hingga penyajian dan konsumsi. Kuman yang baru bermunculan atau kuman lama yang mulai kebal terhadap obat antikuman. Semua ini menyebabkan bahaya tersendiri bagi keamanan pangan.

Melihat masalah keamanan makanan di masyarakat, World Health Organization (WHO) dalam memperingati hari kesehatan dunia mengampayekan pentingnya food safety atau keamanan bahan pangan dengan menganjurkan beberapa tips dalam menyajikan dan mengkonsumsi makanan yang aman dan sehat. Diantaranya yaitu menjaga kebersihan makanan, Pisahkan wadah antara makanan mentah dengan yang sudah dimasak atau matang serta masaklah makanan secara sempurna. Perhatikan pula pada proses penyimpanan makanan. Jangan menyimpan alat penyimpanan bahan kimia untuk menyimpan bahan pangan. Tempatkan makanan pada temperatur yang sesuai atau aman agar mikroba maupun kuman dalam makanan mati.

Penggunaan air yang bersih untuk memasak atau mencuci bahan pangan juga sangat penting agar aman dari kuman dan mikroba. Masyarakat tidak dianjurkan pula untuk memasak makanan terlalu panas dan lama ketika menggoreng, memanggang atau membakar makanan karena akan menghasilkan senyawa kimia berbahaya yang bersifat mengendap dan dapat merusak organ paru-paru (Karsinogenik).

Ilustrasi
Ilustrasi

Selain proses pengolahan makanan, WHO juga menekankan bagi setiap pelaku konsumen makanan kemasan untuk menjamin makanan kemasan yang dibeli aman. Caranya dengan membaca label kandungan makanan maupun gizi yang tertera dalam bungkus makanan. Masyarakat juga harus mengetahui bagaimana cara yang tepat dalam menyiapkan makanan tertentu agar tidak berbahaya bila dikonsumsi. Selain itu, penting untuk diketahui cara menyiapkan dan menyimpan makanan yang masih asing bagi kita atau berasal dari budaya lain seperti sushi, kare dan sebagainya.

Pada kenyataannya masyarakat masih harus lebih meningkatkan kebersihan dan keamanan kandungan makanan yang menjadi asupan sehari-hari. Bantuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia sendiri cukup banyak memberikan informasi tentang keamanan pangan. Namun pengawasan terhadap keamanan makanan juga tetap harus diperhatikan masyarakat yang sekaligus sebagai konsumen.

Reporter: Zulfiana Rachmawani

Editor: Rarasati Anindita

 

 1,639 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.