Published On: Sat, Feb 7th, 2015

Menyimak, Keterampilan yang Terabaikan dalam Komunikasi

Oleh: Rarasati Anindita*

 

Ilustrasi

Ilustrasi

Media Publica – Komunikasi menjadi kebutuhan primer manusia, di mana tanpa komunikasi kehidupan ini tidak ada artinya. Namun, tak jarang manusia dalam berinteraksi seringkali mengalami kesulitan dalam memahami maksud pesan dari komunikasi yang sudah terjadi. Masalah ini malah berujung pada kesalahpahaman yang akhirnya komunikasi tidak berjalan efektif.

Bila ditelaah, komunikasi yang efektif tidak hanya menyangkut penyampaian pesan dan saluran yang digunakan, namun perlu perhatikan pula pada proses penerimaan pesan. Faktor yang terakhir ini sering terabaikan dalam beberapa studi komunikasi padahal aspek tersebut mendukung efektivitas komunikasi

Dalam proses penerimaan pesan, komunikan melakukan kegiatan mendengar, mendengarkan serta menyimak. Ketiga hal tersebut sangat berbeda konteksnya. Mendengar adalah kegiatan yang dilakukan tanpa sengaja dan tidak ada maksud untuk mencerna makna dari apa yang didengar. Mendengarkan merupakan kegiatan yang sengaja dilakukan karena tujuan. Sedangkan menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pengirim pesan melalui ujaran atau bahasa lisan (Tarigan, 1994:28). Dari ketiga hal tersebut, menyimak lah yang paling berpeluang menciptakan efektivitas komunikasi.

Tidak sedikit orang beranggapan menyimak sama dengan mendengar dan mendengarkan. Beberapa orang beranggapan menyimak merupakan aktivitas yang bersifat alamiah sehingga tidak perlu dipelajari. Menyimak tidak hanya melakukan aktivitas mendengarkan tetapi sebuah proses memilih dari sekian banyak rangsangan di sekitar komunikan. Menyimak menyangkut proses dan interpretasi terhadap informasi yang diterima. Bila aktivitas mendengar memanfaatkan indera telinga, menyimak memanfaatkan banyak aspek yaitu indera, memori, hingga interpretasi.

Sebagai contoh, saat dosen memberikan materi kepada mahasiswa di kelas. Seorang mahasiswa memperhatikan materi yang diberikan dosen. Apabila di saat yang sama ia melakukan aktivitas lain seperti bermain laptop atau hal lain yang mengalihkan perhatiannya, proses penerimaan pesan bisa tidak tersampaikan. Inilah yang dinamakan proses mendengar. Sedangkan menyimak terjadi apabila mahasiswa tersebut memfokuskan pada pesan yang akan diterima. Ia mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasi, menilai dan mereaksi makna yang terkandung sehingga tercipta suatu pemahaman pesan.

Terdapat tahapan-tahapan menyimak dalam suatu proses penerimaan pesan. Pertama, tahap mendengarkan yaitu proses dimana pesan baru lah pada tahap mendengarkan (hearing). Kedua, tahap memahami di mana setelah mendengarkan pesan yang disampaikan, isi pesan dipahami (understanding). Ketiga, tahap interpretasi dimana komunikan menafsirkan atau mengaitkan pesan dengan berbagai konteks, bisa dari pengalaman ataupun memori dalam diri. Keempat, tahap evaluasi dimana komunikan menerima pesan dengan cara menanggapi isi pesan.

Pentingnya peranan menyimak dalam proses komunikasi bukan hanya mengembangkan kemampuan berkomunikasi, tapi juga menjadi suatu seni bergaul atau keterampilan yang diperlukan dalam berkomunikasi. Dengan menyimak, dapat melatih kemampuan analisis kita terhadap suatu pesan, meyakinkan diri dan bahkan meningkatkan kemampuan berbicara. Begitu banyak peranan menyimak dalam proses komunikasi namun sayangnya dalam ajaran komunikasi jarang dibahas. Maka dari itu penting untuk memperhatikan proses penerimaan pesan agar tercipta komunikasi yang efektif.

* Penulis merupakan anggota LPM Media Publica