Published On: Thu, Jan 8th, 2015

Komedi Non Verbal Ala Mr. Bean

*Oleh: Dwi Retnaningtyas

Sumber: mrbean.wikia.com

Sumber: mrbean.wikia.com

Media Publica – Siapa yang tidak tahu tokoh Mr. Bean? Pria yang digambarkan berperawakan kurus tinggi dengan penampilan culun ini menjadi salah satu tokoh komedi legendaris dunia. Tokoh yang diperankan oleh Rowan Atkinson tersebut menjadi terkenal karena karakternya yang kental. Jas coklat dengan sepatu pantofel dan rambut klimisnya menjadi andalan dalam setiap penampilannya.

Komedi yang disajikan oleh tokoh Bean ini merupakan komedi karakter, di mana jenis komedi ini mengutamakan ciri unik ekspresi sang komedian yang menampilkan emosi, tingkah laku atau mimik wajah yang mampu menimbulkan gelak tawa. Berbeda dengan jenis komedi lainnya, komedi yang ditampilkan Bean dalam komunikasinya mengutamakan komunikasi non verbal.

Menurut Jalaluddin Rahmat (2004), komunikasi non verbal adalah komunikasi yang menggunakan pesan-pesan non verbal, salah satunya adalah pesan kinesik. Pesan kinesik merupakan non verbal yang menggunakan gerak tubuh yang terdiri dari tiga komponen, yakni fasial (air muka), gestural (anggota badan, seperti mata) dan postural (keseluruhan tubuh).

Komunikasi inilah yang tersimpan dalam setiap penampilan Bean sejak pertama ditayangkan di layar kaca pada 1990 lalu. Rowan melakoni peran Bean dengan menonjolkan ekspresi, gerak tubuh hingga kerlingan mata yang penuh arti. Bila diperhatikan, Bean kerap kali mengerlingkan makna ketika hendak melakukan keusilan atau tindakan konyol. Selain itu, muncul tokoh lain, yakni Irma Gobb, kekasih Bean yang kerap muncul di beberapa momen. Ketika berbicara dengan Irma untuk melakukan sesuatu kejahilan atau tindakan, Bean selalu menyondongkan badannya ke arah Irma dan mengerlingkan mata. Dalam komunikasi non verbal, hal itu disebut dengan Immediacy, yakni ungkapan kesukaan atau ketidak sukaan terhadap individu lain.

Pada beberapa kesempatan, tokoh Bean pun mampu mengekspresikan ketidaksukaannya terhadap sesuatu melalui air wajah. Seperti pada episode ‘Room 426’, yang di mana pada episode itu terdapat adegan di mana Bean menuruni tangga dan di depannya terdapat sepasang kakek-nenek. Kekesalan hanya disampaikan Bean lewat raut wajahnya.

Selain itu, Bean tidak pernah mengucapkan kata lain selain namanya ‘Bean’ setiap bercakap dengan orang lain. Ia hanya menyampaikan maksudnya lewat gerak tubuh dan didukung dengan dehaman atau hanya sekedar mengucapkan ‘hmm’, serta tertawa kecil. Hal tersebut dalam komunikasi disebut dengan pesan paralinguistik, yakni pesan non verbal yang berhubungan dengan cara mengucapkan pesan verbal.

 

*Penulis merupakan Pemimpin Redaksi LPM Media Publica Periode 2014-2015