Published On: Sun, May 18th, 2014

Jelajah Ibukota dengan Bus City Tour Jakarta

Bus Wisata City Tour Jakarta, salah satu alternatif untuk anda dan keluarga berwisata keliling Ibukota. (Foto: Media Publica)

Bus Wisata City Tour Jakarta, salah satu alternatif untuk anda dan keluarga berwisata keliling Ibukota.
(Foto: Media Publica)

Jakarta, Media Publica – Melepas penat setelah hampir seminggu menjalankan rutinitas bisa dilakukan dengan berpergian ke beberapa tempat. Bagi anda yang tinggal di Jakarta dan ingin pergi berwisata tapi tidak punya banyak waktu untuk melancong ke luar kota, tidak perlu khawatir. Saat ini telah ada Bus Wisata City Tour Jakarta, bus tingkat yang telah hadir sejak Januari 2014.

Bus wisata city tour ini siap membawa anda berjalan-jalan menyusuri jalanan ibukota. Selain berjalan-jalan, anda juga bisa menambah pengetahuan sejarah anda sebab terdapat tour guide yang akan menceritakan sejarah dari beberapa tempat yang dilewati, seperti Istana Merdeka, Monumen Nasional (Monas) dan sebagainya.

Rute yang dilewati oleh bus ini adalah Sarinah – Bundaran HI – Monas – Harmoni – Pasar Baru – hingga kembali lagi ke Sarinah.

Pada weekdays, bus ini berhenti di sembilan halte mulai dari halte Sarinah – Pasar Baru. Sedangkan di weekend, bus ini akan berhenti di dua halte yakni Sarinah dan Bundaran HI.

Papan bertuliskan 'City Tour' yang merupakan tempat berhentinya Bus City Tour Jakarta

Papan bertuliskan ‘City Tour’ yang merupakan tempat berhentinya Bus City Tour Jakarta

Bagi anda yang ingin berwisata menggunakan bus ini, anda bisa menunggu kedatangan bus di tempat yang terdapat tanda bertuliskan ‘City Tour’. Bus ini akan datang satu jam sekali untuk menjemput dan menemani anda plesiran keliling kota.

Meicy Lenawati, salah satu penumpang bus city tour ini mengungkapkan antusiasnya atas keberadaan bus ini.

“Bagus dengan adanya bis ini, ditambah kebersihan, keamanan dan stafnya yang ramah. Jadi, bis ini sangat bisa dijadikan alternatif wisata,” ungkap wanita yang akrab disapa Meicy ini.

Reporter: Dianty Utari Syam
Editor: Dwi Retnaningtyas