Jakarta, Media Publica – Muncul kekhawatiran akan degradasi terhadap kemantapan pendidikan wawasan kebangsaan. Pertanyaan pun muncul mengenai sejauh apa pendidikan wawasan kebangsaan itu diterapkan.

Secara definisi, wawasan kebangsaan sendiri berartikan sudut pandang yang mengandung kemampuan seseorang atau kelompok untuk memahami jati dirinya sebagai suatu bangsa.

“Wawasan kebangsaan terbangun dari nilai, cita-cita dan perbuatan nyata bangsa Indonesia,” ujar Dr. Paulus Januar Satyawan, drg. MS pada Diskusi Wawasan Kebangsaan, Rabu (16/4) di Laboratorium Humas Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Pada diskusi yang merupakan kerja sama antara UPDM(B) dengan Direktorat Jendral Kesatuan Bangsa dan Politik Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia ini, membahas masalah datang ketika warga negara mulai melupakan hakikat bahwa dirinya adalah warga bangsa Indonesia dan juga menurunnya kebanggaan akan hal itu.

Amnesia akan sejarah pun menjadi sesuatu yang dikhawatirkan. “Untuk menghancurkan sebuah negara, hancurkanlah memori tentang sejarah negara tersebut.” Ungkapan tersebut pun diutarakan oleh David Yama, Ditjen Kesbangpol Kemendagri.

Permasalahan-permasalahan kebangsaan seperti pengangguran, penindasan dan korupsi dapat dicegah dengan beberapa solusi. Menumbuhkan rasa empati dan solusi pendidikan sejak usia dini bisa menjadi pemecah permasalahan.

Selain itu dengan penanaman cinta akan sejarah dan bangsa juga turut membantu hilangnya pendidikan wawasan kebangsaan.

Reporter : Dwi Retnaningtyas
Editor: Mega Pratiwi

 1,450 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.