Jakarta, Media Publica – Pop Up Market merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Student Board S1 Prasetiya Mulya. Sebuah wadah yang mendukung perkembangan brand lokal karya entrepreneur muda di Indonesia ini dikemas dalam bentuk lifestyle bazaar yang terselenggara selama tiga hari (11-13/4) di Kuningan City, Jakarta.

Acara ini sendiri dibuat agar produk lokal lebih dikenal masyarakat, ”Tujuan kita di pop up ini untuk mendukung entrepreneur muda yang baru muncul dan mulai dari bawah, oleh karena itu kita mau buat lebih berkembang,” tutur Audrey Callila selaku Public Relation Pop Up Market 2014.

Senada dengan tujuan yang diusung, para entrepreneur muda yang mempunyai produk lokal merasa terbantu dengan adanya event ini. Salah satunya adalah Sansiani Martin yang berjualan pakaian serta aksesoris wanita. Baginya, ini adalah pertama kalinya ia mengikuti acara ini dan merasa acara ini bisa mengembangkan produk lokal nantinya.

“Aku baru pertama kali ikut acara ini dan ini sangat ngebantu banget branding aku, besar banget antusias para pengunjung, pagi pagi aja udah rame dan produk aku udah pada laris dan aku rasa tahun depan aku akan ikut acara ini lagi soalnya aku yakin kedepan nya acara ini tambah besar,” ujarnya.

Pop Up Market pertama kali diadakan di tahun 2012 dan berhasil menarik 10.000 pengunjung dengan 40 tenant dalam satu akhir pekan. Angka tersebut dikalahkan dengan 27.694 pengunjung yang datang pada saat kedua kalinya pop up market diselenggarakan dimana terdapat 71 tenant yang berpartisipasi. Pada tahun ini, diperkirakan lebih dari 30.000 pengunjung datang ke acara ini.

Dengan begitu, dapat terlihat antusias pengunjung dari tahun ke tahun semakin bertambah. Maka, bisa dipastikan produk lokal mulai dilirik oleh masyarakat dan tujuan dari penyelenggaraan ini telah tercapai.

“Sejauh ini tujuan kita sangat tercapai, berarti kan itu tanda nya sekarang masyarakat udah banyak yang suka sama brand lokal dan sebenernya brand lokal itu kualitas nya bagus dan ga kalah sama brand luar negeri,” ucap Audrey.

Hal yang sama juga dirasakan oleh para pengunjung. Mereka mengakui jika produk lokal terlihat lebih menarik dan kualitasnya bagus, seperti yang dikatakan Vegga, salah satu pengunjung.

“Ini acara keren banget sangat kreatif dan inspiratif dan semoga setiap tahun nya ada biar brand lokal yang ada semakin banyak dan para masyarakat bisa memperbudayakan brand lokal yang ada,” tutup Vegga.

Bersanding dengan Label Kelas Dunia
Pada penyelenggaraan pertama kalinya di tahun 2012, Pop Up Market mengusung tema Carnaby Street, London, England. Lalu di 2013 acara ini bertemakan Fifth Avenue, New York City, USA dan di tahun ini mereka mengusung tema Shibuya, Tokyo, Jepang. Jika diperhatikan, terlihat keunikan tema yang mereka angkat setiap tahun nya karena diambil dari nama jalan di salah satu negara.

Signature dari Pop Up Market itu sendiri untuk selalu mengusung fashion district sebagai tema nya. Filosofi ini bertujuan untuk menyandingkan label lokal dengan label kelas dunia. Para pengunjung dan para tenant yang membuka booth di acara ini pun diberi nuansa berbelanja kelas dunia melalui dekorasi dan steeet art yang ditampilkan.

Reporter: Diki Tribudisusilo
Editor: Dianty Utari Syam

1,463 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.