(Ilustrasi: Tribun)
(Ilustrasi: Tribun)
Jakarta, Media Publica – Masih ingatkah anda tentang Satinah, salah satu Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang terancam hukum pancung di Arab. Tiga April mendatang akan menjadi batas waktu pembayaran uang Diyat yang diminta oleh keluarga majikannya. Jika uang sebanyak 21 miliar ini tidak dibayarkan, maka Satinah akan tetap menjalani hukuman pancung. Namun hingga saat ini, nampaknya belum ada gerakan dari pemerintah untuk membantu TKW asal Ungaran yang divonis hukuman mati sejak tahun 2010.

Beberapa pihak akhirnya menggalang dana untuk Satinah, seperti yang dilakukan salah satu penyanyi Melanie Subono. Melalui blog dan akun twitternya, Melanie mengajak masyarakat untuk membantu menggalang dana. Mengingat hingga saat ini uang Diyat yang diminta belum bisa dibayarkan pemerintah.

Keluarga Satinah di Ungaran, Jawa Tengah mengaku hingga saat ini sama sekali belum mengetahui bagaimana keaadaan saudaranya disana. Karena keterbatasan biaya dan informasi, keluarga Satinah hanya bisa berharap bahwa ia bisa kembali ke tanah air dengan selamat. “Kami terus berdoa dan berharap semoga Diyat dapat tercukupi. Karena hanya pemenuhan Diyat lah yang dapat menyelamatkan nyawa adik saya, ” tutur kakak kandung Satinah, Paeri al Feri, seperti yang dilansir oleh Tribun.

Permasalahan yang membelit TKI selama ini, tidak bisa lepas dari tanggungjawab pemerintah dalam meningkatkan kapasitas para pekerja yang akan bekerja dinegara asing. Sungguh malang nasib para TKW setiap tahunnya mereka mampu menyumbang 83 triliun devisa negara, namun ketika mereka terbelit hukum bantuan dari pemerintah sangat minim.

Sumber : Kompas dan Tribun
Editor : Mega Pratiwi

1,097 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.