Fashion Show Re+Habitat pada Kamis (20/2) di acara Indonesia Fashion Week 2014 (Sumber : Indonesia Fashion Week)
Fashion Show Re+Habitat pada Kamis (20/2) di acara Indonesia Fashion Week 2014
(Sumber : Indonesia Fashion Week)

Jakarta, Media Publica – “Setiap desainer harus melahirkan produk 12 bulan sebelum dipasarkan.” Kutipan ini menjadi kalimat pembukaan pertama yang menarik perhatian pada Seminar Trend Forecasting 2015/16 yang bertemakan ‘Re+Habitat’, Jumat (21/2).

Seminar yang merupakan rangkaian acara dari Indonesian Fashion Week (IFW)2014 ini membahas mengenai ramalan konsep tren 2015/2016 mendatang. Re+Habitat sendiri bermakna Rehabilitation.

Pengamatan Tren Forecasting sendiri berarah pada perubahan pola pikir manusia, terutama yang berada di kota besar. Tren bermula dari adanya distrust atas berbagai hal. Hal itu mengakibatkan tren pun mulai beralih kembali pada primitive lifestyle, namun tetap tidak meninggalkan aksen modern dan konsep-konsep baru yang pada akhirnya akan dikolaborasikan.

Team peneliti yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan dibantu oleh tiga kementerian lainnya ini melibatkan para praktisi dan pakar fesyen, serta beberapa pengamat ekonomi kreatif. Team ini akhirnya menemukan empat konsep tren fashion 2015/16 yaitu Alliance, Biomimetic, Adroit dan Veracious.

Alliance terinspirasi dari kota Solo, Jawa Tengah yang kental dengan budaya tradisional dan merupakan culture recovery yang berpaku pada modern tradisional value. Sub konsep yang bercirikan transparent, light colors, solid dan terstruktur ini menggabungkan kebudayaan dan gaya kekinian yang kental.

Terinpirasi pada solusi terhadap eksploitasi alam, konsep biomimetics juga akan mencuri perhatian. Corak berbau alam dan organism lainnya seperti blood, membran, fungi, dan ciri alam ini berkiblat pada kota Banjarmasin.

Dua tema lainnya yakni Adroit dan Veracious pun tidak kalah menarik. Adroit terinspirasi dari gaya hidup anak muda di kota Jakarta. Berkonsep creative mindset dan sophisticated merangkum faktor kegembiraan, kecerdasan dan kreatifitas yang bercorak dinamis. Sedangkan Veracious terinspirasi dari semangat meditative Kepulauan Raja Ampat, Papua, yang kental dengan permainan teksture dan nuansa etnik.

Reporter : Dwi Retnaningtyas dan Mega Pratiwi

Editor : Kris Aji Irawan

2,125 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.