Dalam kunjungannya ke Indonesia, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Terry mengharapkan peran Indonesia untuk mengatasi sengketa laut China Selatan (sumber : Kompas.com)
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Terry mengharapkan peran Indonesia untuk mengatasi sengketa laut China Selatan
(sumber : Kompas.com)
Jakarta, Media Publica – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, berkunjung ke Indonesia dalam rangkaian perjalanannya ke Asia pada 13-18 Februari. Sebelumnya, Kerry telah mengunjungi China dan Korea Selatan. Pada Senin pagi (17/2), Kerry memimpin Sidang Komisi Bersama (SKB) bersama Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan membahas Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia.Amerika Serikat (AS) dan Indonesia menandatangani nota kesepahaman perihal perjanjian mengenai perlindungan dan pemberantasan penyelundupan satwa liar dan kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular.

Dalam pertemuan ini juga Kerry menyatakan harapannya akan peran Indonesia untuk mengatasi sengketa laut China Selatan. Kondisi Amerika dan Beijing semakin memanas belakangan ini. Hal ini dikarenakan AS untuk pertama kalinya menantang sembilan garis putus-putus itu dengan terbuka. Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, Danny Russel, berkata kepada Kongres bahwa klaim Cina tersebut ilegal. Cina menganggap komentar itu “tidak bertanggung jawab.”

“Kami mendukung kepemimpinan Indonesia di ASEAN dalam negosiasinya dengan China untuk segera menyelesaikan code of conduct di Laut China Selatan,” kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dalam konferensi pers di Jakarta, seperti yang dilansir oleh Antara. Dalam konfrensi per situ Kerry mengharapkan Indonesia dapat mengerahkan energi politiknya untuk mempercepat tercapainya kesepakatan code of conduct di Laut China Selatan. Kerry menganggap bahwa Indonesia memiliki peranan penting di kawasan Asia Tenggara ini.

Namun Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa menolak memberi peryataan atas dukungan terhadap Amerika dan Sekutu. Walaupun ia mengakui bahwa mengakui bahwa persoalan sengketa wilayah di Laut China Selatan telah dibahas secara informal pada Minggu malam dengan wakil Amerika Serikat. Menurut Marty, persoalan ini harus diselesaikan secara damai tanpa kekerasan.

Sumber : Antara

Editor : Mega Pratiwi

799 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *