Akibat abu vulkanik hasil letusan Gunung Kelud, sejumlah penerbangan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur dibatalkan (sumber : kompas.com)
Akibat abu vulkanik hasil letusan Gunung Kelud, sejumlah penerbangan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur dibatalkan
(sumber : kompas.com)
Kediri, Media Publica – Letusan Gunung Kelud yang terjadi pada Kamis (13/2) malam mempengaruhi aktifitas transportasi umum, karena abu vulkanik hasil letusan tersebut menutupi hampir semua tempat di pulau Jawa. Hal itu mengakibatkan beberapa penerbangan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur terpaksa dibatalkan dan beberapa bandara pun ditutup karena tidak berjalannya aktifitas penerbangan.

Beberapa bandara yang terpaksa ditutup karena hal ini antara lain Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Adisucipto Yogyakarta dan Bandara Juanda Surabaya.Kebijakan ini dilakukan karena otoritas masing-masing bandara yang tidak mau mengambil resiko keselamatan yang mengancam penerbangan.

“Itu masalah safety. Harus menunggu konfirmasi. Saya belum monitor pagi ini. Karena di mana-mana abunya menumpuk,” kata M. Alwi selaku Kepala Otoritas Bandara Wilayah III Juanda Surabaya pada Sabtu (15/2/).

Hal yang sama juga terjadi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Beberapa penerbangan ke beberapa kota, seperti Surabaya dan Denpasar, terpaksa dibatalkan dan mengakibatkan sejumlah penumpang kecewa dan membuat calon penumpang mengembalikan tiket mereka. Daryanto, selaku Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II, mengungkapkan penggantian kerugian bagi calon penumpang yang memiliki tiket penerbangan dengan jadwal keberangkatan pada saat bandara tutup bisa dikoordinasikan langsung dengan pihak maskapai.

“Proses refund tiket atau penjadwalan ulang penerbangan dapat dilakukan di kantor penjualan tiket maskapai bersangkutan, tidak perlu ke Bandara Husein Sastranegara untuk menghindari penumpukan penumpang,” ujarnya.

Akibat dari batalnya beberapa penerbangan membuat para pengguna beralih melakukan perjalanannya menggunakan Kereta Api. Hal ini terlihat dari dipenuhinya Stasiun oleh para calon penumpang. Contohnya yang terjadi di Stasiun Gambir, Jakarta. Sejak Jumat (14/2), lonjakan penumpang mulai terlihat di Stasiun Gambir. Kenaikan jumlah penumpang mencapai 10 persen daripada biasanya. Tiket keberangkatan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur kini telah habis terjual.

“Tapi masih banyak yang mengantre untuk menunggu kalau ada pembatalan oleh penumpang lain,” ucap Agus Komarudin, Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I Jakarta.

Hal ini belum dapat dipastikan kapan akan kembali normal. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah barat lebih banyak diguyur hujan abu dan pasir. Di timur, hujan abu mencapai Malang, Surabaya, Banyuwangi, dan Ampenan, Nusa Tenggara Barat.

Sumber : detik.com dan tempo.co

Editor : Ananda Ratu Ayu Kemuning

814 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *