Kijang berusia delapan tahun tersebut ditemukan mati di kebun binatang Surabaya (sumber : jatimterkini.com)
Kijang berusia delapan tahun tersebut ditemukan mati di kebun binatang Surabaya
(sumber : jatimterkini.com)
Surabaya, Media Publica – Setelah 31 Januari lalu seekor kijang betina mati karena keguguran, hari ini, Kamis (13/02) Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali kehilangan kijang betina berjenis sama, yaitu jenis Muntiacus muntjak.

Kijang berusia delapan tahun tersebut ditemukan mati di kandangnya pada jam 5 dini hari. Hal tersebut dituturkan oleh Agus Supangkat selaku Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, “satwa itu diketahui mati sekitar pukul 05.00 WIB,” katanya. Kijang tersebut ditemukan tewas oleh petugas KBS yang sedang berkeliling untuk memantau kondisi satwa.

Hasil otopsi menunjukkan kijang tersebut mati karena perut kembung dan di dalam perutnya ditemukan sisa makanan berupa rumput.

“Memang hewan yang memakan rumput, paling rentan terkena kembung dibanding yang tidak makan rumput,” ujar Agus.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, ada tiga hal yang kini tengah difokuskan untuk meningkatkan kinerja KBS, di antaranya, penataan manajemen.

Selain itu, PDTS KBS akan merekrut sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar memiliki kemampuan dan kapasitas dalam organisasi KBS dan sekaligus manajemen satwa. Perencanaan penataan kandang untuk kenyamanan dan keamanan satwa juga menjadi hal yang tengah difokuskan guna meningkatkan kinerja KBS.

“Kami akan fokus pada dua ini dulu. Percuma kalau KBS dibuat bagus jika kalau manajemen dan pengelolaannya buruk,” katanya.
Hampir setiap pekan, kematian satwa KBS selalu terjadi. Penyebab kematiannya pun beragam, diantaranya ada yang sakit, cacat dan sudah berusia tua. Namun ada pula satwa yang sebelum mati dinyatakan masih dalam kondisi sehat. Ada-tidaknya kejanggalan dalam kematian satwa-satwa tersebut belum dapat terkupas tuntas.

Hingga kini belum ada hasil uji laboratorium mengenai organ dalam satwa yang mati dalam dua pekan terakhir, antara lain kijang betina, rusa bawean, dan komodo. Dengan bertambahnya kijang yang mati, kini koleksi kijang di KBS tersisa 19 ekor.

Sumber: antaranews dan tempo.co

Editor: Dianty Utari Syam

954 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *