Badan Geologi KESDM tengah memaparkan mengenai penemuan potensi cadangan migas di Asmat (Foto : Putri Yanuarti)
Badan Geologi KESDM tengah memaparkan mengenai penemuan potensi cadangan migas di Asmat
(Foto : Putri Yanuarti)
Jakarta, Media Publica – Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), mengemukakan sebuah penemuan baru akan cadangan minyak dan gas bumi di blok Asmat, bagian selatan pengunungan Jayawijaya, Papua.
Hal ini dipaparkan dalam Seminar “Geoscientific Assesment of Hydrocarbon Pontential in Asmat Block”, di Ballroom Hotel The Ritz Cartton, Mega Kuningan, Jakarta PADA Rabu (12/02) kemarin.

“Informasi ini diperoleh dari data survei lingkungan yang digabungkan dengan profil seismik yang telah ada sebelumnya, pengkajian informasi ini mengarah pada kemungkinan adanya cadangan minyak dan gas bumi (migas) di blok Asmat, bagian selatan pengunungan Jayawijaya Papua,” kata Kepala Badan Geologi KESDM R Suhyar.

Sukhyar mengatakan, survei geologi yang sudah dilakukan sejak tahun 2010 ini, telah menghasilkan informasi baru tentang konsep geologi di wilayah Papua. Informasi tersebut didapatkan melalui survei lapangan yang telah digabungkan dengan survei model geologi bawah permukaan (passive seismic tomography). Penelitian tersebut merupakan bagian dari eksplorasi dalam level permukaan yang akan memudahkan badan usaha untuk membangun potensi migas di tanah Papua.

Prinsip passive seismic tomography adalah cara pengambilan data menggunakan Portable Seismograph setiap 20 hari sekali yang ditanam pada kedalaman 15 – 20 meter dari permukaan tanah. Secara tidak langsung, metode tersebut juga dapat mendeteksi terjadinya peristiwa gempa yang penting diperhatikan dalam eksplorasi geofisika. Passive Seismic Tomography juga berfungsi untuk mentransmisikan data ke pusat rekaman lalu diproses, dimana akan dianalisis reservoir(suatu tempat terakumulasinya minyak dan gas bumi-red) dan kondisi geologinya. Teknologi ini juga memberikan kesempatan pada geologists untuk mengintegrasikan data mikroseismik dengan data permukaan agar didapat hasil yang lebih akurat.

Kementerian ESDM menganggarkan Rp 80 miliar dari APBN untuk mengembangkan metode kegiatan survei tersebut. Jumlah itu kemungkinan besar akan bertambah menjadi Rp 130 miliar pada tahun ini, dan rencananya tahun 2015 metode tersebut juga akan di kembangkan di daerah utara Papua, untuk mendukung kegiatan eksplorasi sumber daya alam .

Reporter : Putri Yanuarti

Editor : Mega Pratiwi

1,276 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *