Termakan usia, harimau putih Kebun Binatang Surabaya (KBS) mati dengan lidah robek (sumber : merdeka.com)
Termakan usia, harimau putih Kebun Binatang Surabaya (KBS) mati dengan lidah robek
(sumber : merdeka.com)
Surabaya, Media Publica – Belum berhenti sampai di kematian ‘Michael’, seekor singa koleksi Kebon Binatang Surabaya (KBS) pada 7 Januari lalu. Kini, KBS kembali kehilangan satu koleksi satwa berharganya, yakni Harimau Benggala Putih (Panthera tigris) bernama Cantrika. Harimau betina tersebut mati saat menjalani perawatan di ruang klinik karantina KBS.

Humas PD TSKBS, Agus Supangkat mendampingi Direktur Operasional PD TSKBS, drh Liang Kaspe mengatakan, Harimau Benggala tersebut langsung dilakukan otopsi oleh tim medis KBS, “harimau mati sekitar pukul 20.30 WIB kemarin, dan langsung dilakukan otopsi,” kata Agus Supangkat, Jumat (7/2/2014).

Berdasarkan hasil otopsi, harimau berusia 17 tahun tersebut diketahui memiliki bagian pada lidah yang mengalami luka dan robek. Penyebabnya karena memang faktor usia yang sudah mencapai 17 tahun. Biasanya harimau putih hidup berkisar 15 tahun. Liang mengatakan, di usia tersebut gigi harimau menjadi aus dan tanggal.

Liang menjelaskan, sudah dua minggu Canthrika ditempatkan di kandang khusus. Ia mengalami kesulitan makan meskipun sudah diberi makanan lembut seperti makanan kaleng atau susu. Saat dipaksa mengunyah makan, lidahnya terluka akibat kondisi gigi yang berkarang.

Agus kembali menambahkan, Canthrika merupakan salah satu satwa koleksi KBS yang masuk dalam daftar satwa yang pernah dirilis memiliki tingkat kerawanan hidup.

Selain usia yang sudah cukup tua, kematian Canthrika juga diakibatkan oleh konsumsi makanan yang terus menurun akibat sakit yang dideritanya. Pada awalnya Canthrika mampu menghabiskan makanan daging seberat 3 kilogram dan seiring kondisi yang terus memburuk konsumsi makanan menurun terus hingga terakhir dalam sehari makan 1 kilogram daging tidak habis.

Meskipun sudah diberikan penanganan khusus seperti pemberian cairan infus, kondisi harimau justru semakin drop hingga akhirnya mati, “jadi kondisi Canthrika sudah memasuki masa kritis dalam beberapa hari terakhir hingga akhirnya mati semalam,” tutur Agus.

Dengan matinya Cantrika, kini koleksi harimau putih KBS tinggal lima ekor, tiga ekor di antaranya jantan dan dua ekor betina. Agus juga menambahkan, akan ada sekitar 83 satwa yang akan mati dalam waktu dekat. Hewan-hewan tersebut dikarenakan dalam keadaan sakit, sudah tua dan cacat.

Sumber: Kompas dan tribunnews

Editor: Dianty Utari Syam

1,130 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.