Suasana bandara Narita. Pada bulan Maret mendatang, bandara ini akan menyediakan layanan berbahasa Indonesia. (sumber : wikipedia)
Suasana bandara Narita. Pada bulan Maret mendatang, bandara ini akan menyediakan layanan berbahasa Indonesia.
(sumber : wikipedia)
Tokyo, Media Publica – Pada hari Kamis (6/2) Pengelola Bandara Internasional Narita Tokyo mengumumkan bahwa mulai Maret mendatang pihaknya akan memberikan layanan yang memudahkan turis asal Indonesia saat berada di Bandara tersebut. Program tersebut di luncurkan demi meningkatkan keramahtamahan Jepang, bagi orang asing (omotenashi) yang berkunjung ke Jepang, terutama orang Indonesia.

Akan ada sebuah aplikasi yang bisa di instal dalam perangkat lunak penerjemahan bahasa yang akan membantu turis asal Indonesia saat berada disana, setidaknya bahasa Indonesia bisa bergema di bandara tersebut. Wisatawan juga dapat dengan mudah mengakses informasi berbahasa Indonesia dengan menghubungkan Wi- Fi.

“Bahasa Indonesia sangat penting karena bukan hanya orang Indonesia tetapi negara lain juga mengerti bahasa Indonesia seperti dari Malaysia dan Brunei, bukan,” ujar Senior Executive Advisor Narita International Airport Corporation,Kosaburo Morinaka.

Meskipun bahasa Indonesia yang akan disuguhkan masih sederhana namun pengelola bandara yakin hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatakan wisatawan asal Indonesia. “Namun masih sangat sederhana sekali bahasa Indonesia atau bahasa asing lain yang kami tampilkan,” kata Morinaka.

Saat ini bimbingan penerbangan oleh suara otomatis dikumandangkan ke semua area bandara dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris saja oleh operator bandara. Tapi nantinya dengan suara otomatis (mesin) akan muncul juga dalam bahasa Indonesia, China , dan Korea mulai Maret 2014.

Morinaka menambahkan dampaknya diharapkan semakin banyak orang asing datang ke Jepang, itulah tujuan konkrit pihaknya. Ia berharap agar bahasa Indonesia bisa diterima lebih lanjut di Jepang ini. “Kita berusaha untuk menjadikan Narita sebagai bandara internasional sehingga banyak bangsa banyak bahasa bisa mengenal mendengarkan dan membaca dalam bahasa mereka sendiri, benar-benar internasional bukan nantinya,” tutup Morinaka.

Sumber : Tribunnews dan futuretravelexperience.com

Editor: Putri Yanuarti

873 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *