Ilustrasi: www.harianindo.com
Ilustrasi: www.harianindo.com
Di tahun 2014, sekitar 3 juta aplikasi berbahaya dan berisiko tinggi diperkirakan akan muncul di Android. Aplikasi ini dapat menimbulkan masalah keamanan di dunia maya.

“Itu hasil dari ‘Smart Protection Network’ Trend Micro selama beberapa rentang waktu,” kata Direktur Penjualan Trend Micro, Dhani Sulistyo mengenai ancaman kejahatan dunia maya pada 2014 di Jakarta. Trend Micro merupakan perusahaan perangkat lunak keamanan internet yang telah beroperasi sejak tahun 1988.

Menurut Dhani, jaringan perlindungan canggih (Smart Protection Network) dari Trend Micro bekerja dengan mengumpulkan berbagai ancaman, selain itu mengidentifikasi, menganalisis hingga memberikan solusi.

Dhani menambahkan bahwa perangkat mobile akan sangat rentan dari berbagai serangan yang telah ditargetkan, salah satunya adalah ‘clickjacking’.

Clickjacking merupakan tautan yang ada di layanan atau situs tertentu berupa ajakan untuk mengklik tautan tersebut, selain itu kerap disusupi dengan ‘malware’. Malware adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengacaukan operasi komputer, mengumpulkan informasi sensitif, atau mendapatkan akses ke sistem komputer pribadi.

Selain clickjacking, ada juga ‘watering hole’. Seperti clickjacking, tautan ini merupakan penyusupan malware yang ada di menu-menu situs kredibel salahsatunya adalah Facebook.

Fransiskus Indromojo sebagai Konsultan Pra Penjualan Trend Micro mengatakan di tahun ini ancaman penyusupan malware dan data yang dibobol akibat dari aktivitas internet banking.

Menurutnya, verifikasi dua langkah yang ada pada internet banking sudah tidak aman untuk mengatasi pembobolan data, “ini karena banyaknya jembatan akses dan juga serangan ‘Man In The Middle (MITM),’” ujarnya.

Man In The Middle (MITM) adalah salah satu serangan hacking yang dilakukan dari dalam jaringan untuk melakukan penyadapan informasi dengan cara membelokkan jalur koneksi dimana penyerang berada di antara dua target yang sedang melakukan komunikasi.

Untuk mengatasi berbagai ancaman yang ada di dunia maya di tahun ini, Fransiskus mengatakan perusahaan layanan terlebih dahulu harus mengidentifikasi kelemahan yang ada di produknya, yang diakibatkan oleh modus kejahatan yang sudah canggih di dunia maya dengan didukungnya kemajuan teknologi.

Sumber berita: antaranews.com dan indonesiaheadlines.com
Editor: Ananda Ratu Ayu Kemuning

1,188 total views, 8 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.