Fadra, S. Sos, MAS, Menginspirasi melalui pendidikan. (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Fadra, S. Sos, MAS, Menginspirasi melalui pendidikan.
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Jakarta, Media Publica – Sosok wanita cerdas, aktif dan mandiri tepat untuk menggambarkan Fadra, S. Sos, MAS, dosen Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Prof.Dr. Moestopo (Beragama). Wanita kelahiran Jakarta, 13 Desember 1984 ini menjunjung tinggi pentingnya pendidikan bagi wanita sebagai bekal untuk memberdayakan dirinya.

“Perempuan harus memberdayakan dirinya, mengangkat derajatnya, harus berjuang untuk hak-haknya, yaitu dengan pendidikan, baik dengan pendidikan formal maupun non-formal,” ujar sekertaris Asosiasi Alumni Insan Nauka ini (Ikatan Alumni Rusia di Indonesia – Red)

Menurutnya, kebanyakan perempuan tidak sadar untuk membekali dirinya dalam pendidikan, pekerjaan bahkan dunia politik. Banyak perempuan yang berhenti berpendidikan hanya pada tingkat SMA, tidak hanya karena keadaan, tetapi kemauan yang masih kurang. Padahal, dengan pendidikan, perempuan dapat mempersenjatai dirinya dengan banyak hal.
“Pendidikan yang tinggi bukan diprioritaskan untuk sebuah pekerjaan yang mapan saja, perempuan yang berpendidikan tentu akan menghasilkan anak-anak yang cerdas, santun, dan punya kasih sayang,” kata Fadra.

Ia menjelaskan pendidikan moral seorang anak ada pada ibunya, yang diajarkan dalam keluarga akan membentuk pribadi seorang anak, sehingga ibu adalah pembentuk moral, karakter, dan jiwa seorang anak, penghasil calon pemimpin bangsa.
“Pendidikan akan membedakan ibu yang satu dengan yang lainnya,” ujar pengajar bahasa Rusia di kampus UPDM(B) ini.
Fadra menegaskan tugas perempuan itu begitu berat dan besar, bukan sekedar hal-hal yang normatif seperti menikah dan melahirkan. Tetapi, bagaimana menghasilkan anak-anak yang cerdas dan bermanfaat bagi bangsanya.

Kursus Bahasa Rusia

Kini Fadra juga membuka kursus bahasa Rusia secara gratis bagi siapapun yang ingin belajar bahasa Rusia. Sehingga bagi mereka yang mampu atau kurang mampu mempunyai kesempatan yang sama.
“Antusiasme mahasiswa sangat banyak, baik dari dalam Moestopo maupun luar kampus. Sejauh ini saya memberi peluang pada umum, syaratnya adalah mahasiswa tidak diperbolehkan membolos tanpa alasan sakit, harus serius, keseriusan inilah bayaran buat saya,”

“Saya berharap akan banyak mahasiswa Moestopo dan perguruan tinggi swasta lain yang bisa merasakan pendidikan yang lebih tinggi kelak di luar negeri. Bukan membanggakan luar negeri, tetapi pendidikan di Indonesia masih tergolong mahal, di luar negeri banyak kesempatan yang bisa memberikan peluang untuk maju,” harapnya.

Hari Ibu

Ketika ditanyakan mengenai makna hari ibu, baginya adalah pekerjaan seorang ibu tidak pernah ada akan ada akhirnya . Banyak perempuan bisa mencari uang bekerja seperti laki-laki, tetapi laki-laki belum tentu bisa menjadi sosok ibu di rumahnya sendiri. Perempuan mempunyai kemampuan yang multi-fungsi, seorang wanita karir harus membagi waktu bekerjanya dengan waktu keluarga.

Ia mengungkapkan inilah mengapa dari ratusan hari dalam setahun kita perlu menghargai betapa berat dan penting peranan perempuan dalam kehidupan ini. Sempatkanlah membahagiakan ibumu walau hanya satu kali dalam hidup ini, karena kehidupan ini tidak akan pernah ada tanpa peran seorang ibu.

Reporter : Putri Yanuarti

Editor : Dianty Utari Syam

2,147 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.