Talkshow "Why An Interview May Fail?" yang diadakan di Coffee Toffee, Hang Lekir, Jakarta pada Rabu (18/12). (Sumber : Twitter @interview1st)
Talkshow “Why An Interview May Fail?” yang diadakan di Coffee Toffee, Hang Lekir, Jakarta pada Rabu (18/12).
(Sumber : Twitter @interview1st)
Jakarta, Media Publica – Seringkali para pelamar kerja gagal mendapat pekerjaan karena salah dalam menjawab pertanyaan ketika interview. karena hal tersebut, sebuah institusi yang bergerak dibidang bimbingan belajar mengenai cara seorang job applicants (pelamar kerja) dapat menghadapi proses interview dengan baik, mengadakan talkshow yang bertemakan “Why an Interview May Fail?” pada Rabu (18/12). Talkshow ini menghadirkan pembicara Aditya Granada yang bekerja sebagai Human Resources di salah satu bank swasta di Indonesia dan Kuswandana selaku Head of Management INTERVIEWFIRST.

Acara talkshow ini diselenggarakan pada pukul 15.30 WIB dan bertempat di Coffee Toffee, Hanglekir, Jakarta. Dalam talkshow sore itu mengupas mengenai penyebab apa saja yang terjadi dalam proses interview. Menurut Aditya salah satu penyebab dari seseorang yang akan di interview gagal karena dia tidak berinisiatif untuk mencari tahu latar belakang dan bagaimana perusahaan tersebut.

“Menurut saya seseorang yang akan di interview sebaiknya mencari tahu terlebih dahulu perusahaan yang akan menginterview, terus posisi yang ditawarkan. Intinya be prepared dan punya pengetahuan sebelum waktu interview,” ungkapnya.

Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa mencari pekerjaan amatlah susah, terutama bagi fresh graduate, namun Aditya menyatakan bahwa, “Menurut saya ini pilihan dan pekerjaan itu banyak kalo kalian ingin nyari. Dan banyak sekarang perusahaan yang membuka magang dan pekerjaan, tapi semua itu punya seleksi tersendiri untuk pelamar,” jelasnya.

Berkaca dari ungkapan Aditya tersebut, tentunya proses penyeleksian sebuah perusahaan haruslah di pikirkan dan dijadikan sebagai persiapan untuk seorang pelamar. Maka dari itu banyak hal yang perlu diperhatikan pula saat menghadapi interview, walaupun kegugupan seringkali menghampiri terutama pada seseorang yang pertama kali menghadapi proses interview. Mulai dari kerapihan berpakaian hingga kebiasaan yang baiknya tidak boleh dilakukan saat proses interview berlangsung.

Senada dengan hal tersebut, Kuswandana menyatakan banyak hal yang perlu diperhatikan saat interview. Mulai cara berpakaian hingga sikap, “saat interview berpakaian rapih itu perlu sekali, mimik wajahnya, dan banyak juga kan yang ditanya-tanya. Terus iseng menggerakan tangan yang berlebihan, keluar masuk tangan dikantong, itu sebisa mungkin di hindari,” ungkap pria yang akrab disapa Dadan ini.

Menurut institusi yang bergerak dibidang pembelajaran mengenai interview ini mengatakan seorang pewawancara bisa menilai pelamarnya nya pada saat 90 detik pertama ketika pertemuan dimulai. Hal itu bisa dinilai baik dari cara dia bebicara hingga eye contact yang diberikan kepada interviewer, tentunya keseriusan pelamar pada saat menghadapi interview tersebut.

Tidak hanya penilaian dari luar saja yang diberikan oleh pewawancara, namun ada penilaian tersendiri juga untuk Curriculum Vitae (CV) mengenai pelamar tersebut, baik dari penulisannya yang rapih dan unsur-unsur yang di isi dalam CV.

Oleh karena itu, sebelum menghadapi proses interview sebaiknya memperhatikan hal-hal kecil dari diri sendiri, mulai cara berpakaian, perilaku, hingga gesture Anda agar terlihat menarik dan tentunya serius untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Reporter : Ananda Ratu Ayu Kemuning

Editor : Dianty Utari Syam

1,301 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.