Armida Alisjahbana, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sumber : tribunnews.com
Armida Alisjahbana, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas
Sumber : tribunnews.com
Jakarta, Media Publica – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan 44.000 pekerja akan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada semester I 2013, karena sejumlah sektor industri mengalami pelemahan, diantaranya sektor industri padat karya seperti tekstil, sepatu, sandang dan kulit.

“Pada sektor industri, tekanan biaya pekerja sudah 25 persen. Itu sebelum kenaikan UMP 2013. Perusahaan memilih mengurangi karyawan dan mengganti sistem produksi dengan otomatisasi,” ungkapnya.

Armida menjelaskan rata- rata permasalahan terkait upah minimum provinsi (UMP) yang tinggi sehingga pengusaha yang tidak sanggup bayar memilih mengurangi jumlah pekerja dan sebagian memilih merelokasi usahanya ke daerah yang pro bisnis.

“Ini angka yang cukup besar. Saya khawatir angka ini akan bertambah sampai akhir tahun ini. Masalah ini menjadi konsentrasi kami ke depan,” ujarnya.

Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Rahma Irianti menambahkan pemerintah berupaya untuk mempercepat penciptaan lapangan kerja pada 2013-2014 melalui mekanisme ekonomi yang berkelanjutan.

“Melalui dana kompensasi infrastruktur desa sebesar Rp7,25 triliun yang sudah diputuskan sejak Agustus 2013. Dari program infrastruktur desa ini termasuk proyek pemerintah dalam APBN-Perubahan 2013, ada tambahan kesempatan kerja sebanyak 155 ribu orang,” ungkapnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mencatat jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2013 mencapai 118,2 juta orang, jika dibandingkan pada Agustus 2012 tingkat pengangguran terbuka meningkat dari 6,14% menjadi 6,25% pada Agustus 2013, peningkatan penganggur terutama pada kelompok lulusan sekolah SMK dan SMU, jumlah pengangguran di kedua lulusan tersebut meningkat sebesar 300 ribu.

“Pertumbuhan ekonomi bagaimanapun tetap positif, tapi kesempatan kerjanya negatif. Untuk itu, pemerintah berusaha mempertahankan kesempatan kerja bagi pekerja yang sudah bekerja dan menghindarkan penutupan usaha dan PHK,” kata Suryamin.

BPS mencatat tahun 2012- 2013 sektor yang mengalami penurunan pekerja antara lain sektor pertanian 2,08 persen, sektor konstruksi 7,51 persen dan sektor industri sebesar 3,19 persen.

Editor : Putri Yanuarti
Sumber : Antaranews

 1,532 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.