Published On: Thu, Oct 24th, 2013

Kronologis Bentrok Antar Pemuda di Depan Kampus Moestopo

Ilustrasi Sumber: lintasterkininews.com

Ilustrasi
Sumber: lintasterkininews.com

Jakarta, Media Publica – Banyaknya pemberitaan miring mengenai bentrokan antar pemuda yang terjadi di depan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (UPDM(B)) membuat nama Kampus Merah Putih tercemar. Pemberitaan mengenai pemukulan wartawan pun disangkal oleh beberapa pihak yang menjadi saksi mata pada kejadian tersebut.

Adwina Maulia, salah satu mahasiswi yang saat itu berada di tempat kejadian menuturkan bahwa bentrok yang terjadi pada Rabu (23/10) malam tersebut bermula dari penculikan yang dialami Arif Aditya Putra oleh sekelompok preman yang mendatanginya saat hendak menuju minimarket yang berada didekat kampus UPDM(B).

“Anak-anak udah coba mencegah, tapi karena kalah jumlah, beberapa dari kami balik lagi ke kampus untuk meminta pertolongan teman-teman lain yang berada di kampus. Namun, saat kami kembali, Arif sudah dibawa oleh sekelompok orang tersebut,” terang Wina.

Kejadian ini pun berlanjut dengan ditangkapnya salah satu orang dari kelompok yang menyerang UPDM(B) serta membawa kabur Arif itu yang diketahui bernama Samsul oleh para mahasiswa untuk dimintai informasi setelah sebelumnya Samsul sempat berusaha kabur dan berhasil ditangkap di pos lalu lintas yang berada di sekitaran Bundaran Senayan.

“Samsul itu akhirnya dibawa masuk ke pos satpam dalam kampus untuk diamankan dan kami menegaskan tidak ada penyanderaan terhadap wartawan, apalagi pemukulan,” tambah Arys Gunawan Pratama, yang saat itu juga berada di tempat kejadian.

Terkait berita tentang pemukulan dan perampasan barang milik salah satu wartawan di tempat kejadian oleh mahasiswa, Arys juga menegaskan bahwa tidak ada tindak pemukulan dan perampasan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam kejadian tersebut.

“Berita itu tidak benar, tidak ada pemukulan terhadap wartawan pada malam itu,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan pelaku dan korban pun masih dalam pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

Reporter: Dwi Retnaningtyas & Rizky Damayanti
Editor: Rizky Damayanti