Sumber : Tribunnews.com
Sumber : Tribunnews.com

Media Publica – Seperti dikutip dari Huffingtonpost, Selasa (27/8/2013), Secara alamiah, manusia dikaruniai naluri untuk mengontrol asupan makan melalui rasa lapar dan kenyang. Bila segala sesuatunya berjalan ‘normal’, belum mengalami gangguan apapun, seseorang tidak perlu diet untuk menerapkan pola makan yang sehat.

Tentunya pada kondisi tertentu yang mengharuskan seseorang mengatur sendiri pola makannya. Saat naluri, nafsu makan dan rasa lapar sudah tidak bisa diandalkan lagi, maka diperlukanlah program ‘diet’ untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Berikut ini beberapa hal yang menilai apakah pola makan masih ‘normal’ atau tidak :

Tidak merencakan pola makan tertentu

Seseorang akan makan saat merasa lapar, atau pada waktu-waktu tertentu sesuai rutinitas hariannya. Pola makan yang normal ternyata juga tidak mengenal aturan atau susunan tertentu untuk dikonsumsi, harus makan ini-itu dan harus menuliskan jadwal kapan boleh makan maupun atau tidak. Saat segala sesuatunya mulai serba diatur, dan naluri alamiahnya tidak bisa diandalkan, saat itulah pola makan dikatakan sudah tidak ‘normal’, contohnya seperti program diet.

Tidak memikirkan makanan tertentu diluar jam makan

Seseorang dengan pola makan yang masih ‘normal’, tidak akan memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan makanan selain diwaktu makan. Bukan cuma soal perencanaan, tetapi juga berbagai fantasi tentang program diet, berat badan dan sebagainya. Memikirkan makanan hanya saat makan, setelah itu akan menjalani hidup dengan ‘normal’.

 

Tidak perlu merasa bersalah saat makan enak

Seseorang dengan pola makan ‘normal’ tidak memiliki penilaian tertentu pada  makanannya, seolah-olah seluruh dunia akan menganggapnya berdosa jika makan donat yang banyak gulanya. Mengonsumsi makanan sehat memang dianjurkan, tapi ‘normalnya’ sekali waktu tubuh bisa mentoleransi makanan enak yang dikonsumsi tanpa harus merasa bersalah. Contohnya  seperti merasa bersalah saat sesekali makan Junk Food.

Cara makan spontan yang normal

Dalam kondisi ‘normal’, tubuh memiliki ‘biological wisdom‘ yang secara otomatis akan membatasi asupan-asupan tidak sehat. Jika sudah harus serba diatur, itu berarti sudah ‘tidak normal’. Makan saat merasa lapar, dan berhenti saat kenyang dan hanya mengonsumsi makanan yang dirasa enak pada waktu makan. Membatasi makanan di jam tertentu menunjukan pola makanan yang sudah diatur.

Saat sedang stress pola makanan meningkat drastis

Ketika sedang stress sangat bergantung pada makanan tertentu atau konsumsi yang meningkat secara tidak sehat merupakan tanda bahwa anda sudah memiliki gangguan pola makan. Saat tidak bisa mengatasi stres tanpa makanan, maka pola makan anda sudah tidak ‘normal’.

 

Sumber : detikhealth

926 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.