Tema Artechsion dibagi kedalam 10 subtema diantaranya, Tribe, Tibet, Betawi, Octpus, Bamboo, Art Deco, Canvas, Beetle, Spider, dan Venice. Sumber : Indonesia.travel.com
Tema Artechsion dibagi kedalam 10 subtema diantaranya, Tribe, Tibet, Betawi, Octpus, Bamboo, Art Deco, Canvas, Beetle, Spider, dan Venice. Sumber : Indonesia.travel.com

Jember, Media Publica – Art meet Technology and Illusion atau yang disingkat  “Artechsion” adalah tema dalam acara Jember Fashion Carnaval (JFC) pada tahun 2013 ini. Karnaval yang awalnya hanya pekan mode sederhana yang diadakan di alun-alun Kota Jember ini menjadi sebuah karnaval yang terbaik dan menjadi satu diantara empat karnaval terheboh di dunia. Adalah Dynand Fariz seorang disainer sekaligus pendidik di bidang fashion yang bermukim di Jember untuk mengubah pekan mode ini menjadi seperti sekarang ini.

Dengan berorientasi pada trend fashion dunia yang dibalut pesona budaya Indonesia, pelaksanaan JFC setiap tahunnya berjalan sukses. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2003 lalu, Jember Fashion Carnival terus mendapat sorotan dari media internasional di setiap perhelatannya. Jember Fashion Carnaval tentu saja tidak menyuguhkan hal yang biasa-biasa saja. Karnaval ini akan menjadikan jalan raya dalam kota sebagai catwalk sepanjang 3,6 km. Catwalk tersebut termasuk yang terpanjang di dunia dimana menjadi etalase hidup dari ratusan maha karya berupa desain adibusana spektakuler yang berakar pada budaya Indonesia.

“Artechsion” sendiri dibagi kedalam sepuluh subtema diantaranya, Tribe, Tibet, Betawi, Octopus, Bamboo, Art Deco, Canvas, Beetle, Spider, dan Venice. Sekitar 750 peserta akan turut berlengak lengok dari alun-alun kota Jember menuju ke Gedung Olahraga (GOR) Kaliwates Jember. Peserta JFC berasal dari berbagai kalangan dan usia dari seluruh Nusantara, mereka umumnya adalah seniman, desainer, pemerhati fashion dunia, pecinta fashion, model, hingga pelajar.

Menurut Dynand Fariz selaku Presiden JFC, yang membedakan JFC dengan karnaval mode lainnya adalah busana yang digunakan peserta adalah rancangan mereka sendiri dan diperagakan sendiri. Sehingga peserta harus berpikir kreatif untuk menciptakan busana yang uni dan spektakuler. Rangkaian kegiatan JFC tahun ini diselenggarakan sejak 20-25 Agustus 2013 yang dikemas dalam “JFC International Event 2013” yang dimulai dengan Painting Exhibition, Photo Exhibition, Kuliner, JFC Kids, Artwear, dan puncaknya Grand Carnival yang digelar hari Minggu kemarin.

 

 

Sumber : Antara

Editor: Mega Pratiwi

1,953 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.