London International Youth Science Forum merupakan event tahunan yang diadakan sejak tahun 1959 mengangkat pentingnya suatu integrasi dari berbagai cabang ilmu pengetahuan untuk berkolaborasi dalam penyelesaian masalah. Sumber: Antara
London International Youth Science Forum merupakan event tahunan yang diadakan sejak tahun 1959 mengangkat pentingnya suatu integrasi dari berbagai cabang ilmu pengetahuan untuk berkolaborasi dalam penyelesaian masalah.
Sumber: Antara

London, Media Publica – Setiap anak pasti memiliki kelebihan berikut bakatnya masing-masing, sangat disayangkan jika diabaikan begitu saja. Kegiatan ataupun forum patutnya diikuti oleh setiap anak. Salah satunya adalah dalam forum London International Youth Science Forum (LIYSF).

Sebanyak 11 remaja Indonesia mengikuti LIYSF yang berlangsung di Imperial College London, Inggris. LIYSF 2013 diikuti 350 peneliti muda dari 59 negara, berusia antara 17-21 tahun dari 59 negara. Hal tersebut diungkapkan oleh ketua delegasi Indonesia Garindra Pasha, Minggu (25/08).

Peserta yang mengikuti LIYSF 2013 merupakan para pemenang dari kompetisi ilmiah tingkat nasional dan olimpiade sains di negaranya, serta perwakilan terbaik dari berbagai institusi pendidikan dan komunitas sains.

Perwakilan dari Indonesia berasal dari tiga institusi yang berbeda yaitu dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan Binus International High School Serpong.

Forum yang mengambil tema Crossing Sciences Boundaries merupakan agenda tahunan yang rutin diadakan sejak tahun 1959 mengangkat pentingnya suatu integrasi dari berbagai cabang ilmu pengetahuan untuk berkolaborasi dalam penyelesaian masalah.

LIYSF menampilkan rangkaian acara mulai dari penjelasan dan demonstrasi sains dari para peneliti terdepan, kunjungan industri, pusat penelitian, institusi sains, termasuk laboraturium dan universitas berkelas dunia.

Dua mahasiswa Indonesia memaparkan penelitian mereka yaitu Andina Rosnandi berjudul Study Of Employee Satisfaction Based On Herzberg Theory Using Kano Method And Quality Function Deployment dan Garindra Pasha dengan judul penelitian Optimizing Flow Capacity in Piping Network using the Simplex Network Method.

Selain menjadi ajang untuk mengasah dan memperluas kemampuan peserta dalam bidang sains, terdapat pula agenda sosial dan pertukaran budaya yang dapat menjadi gerbang membangun kerjasama internasional nantinya para peneliti muda dari berbagai negara.

Delegasi dari Indonesia mendapat kehormatan melalui audisi panitia LIYSF untuk menampilkan medley tari yang apik pada segmen acara International Cabaret di Royal Colege of Music, Imperial College.

Tari tersebut merupakan perpaduan tarian tradisional yang berasal dari kebudayaan Minang, Sunda, Betawi, dan Jawa.

Selama di Inggris delegasi Indonesia di forum yang berlangsung dua minggu itu mendapat sambutan hangat dari KBRI di London dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) London dan juga diundang mengikuti acara di KBRI London.

 

LIYSF membuka kesempatan yang unik untuk mendiskusikan berbagai isu dunia dengan para saintis muda dari latar belakang, budaya, dan daerah yang berbeda. Interaksi tersebut akan memperluas kekayaan ilmu pengetahuan dan pemahaman tentang manusia. Berbagai macam ide yang muncul akan diuji.

 

Pernah Bergabung dalam LIYSF 2012

Pada tahun sebelumnya, Indonesia juga mengikuti LIYSF. Diwakili oleh empat mahasiswa ITB di Imperial College London dari tanggal 16-30 Agustus 2012.

Mahasiswa tersebut adalah Agung Bimo Listyanu (Teknik Geofisika), Ajeng Larasati ( Teknik Sipil), Bayu Permana Putra (Teknik Geofisika), dan Raisha Iqvari (Teknik Industri).

Penelilitian delegasi ISMS yang dipresentasikan dalam forum masing masing Agung Bimo di bidang Gravity and Magnetic Method to Model the Magma Intrusion Body in Mount Parang, Karang Sambung, Central Java, Indonesia.

Sementara Ajeng Larasati: The Application of Lightweight Concrete for School Building’s Construction in The Village dan Bayu Permana untuk Application of Seismic Refraction Method on LIPI Campus Karang Sambung, Central Java, Indonesia.

Sedangkan Raisha Iqvari di bidang Designing a Performance Appraisal for Low Class Hotel in Bandung, Indonesia using Balanced Score Card and 360-degree Feedback (Object: Bumi Sawunggaling Hotel).

 

 

Sumber: antara dan analisadaily.com

Editor: Dianty Utari Syam

1,063 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *