Jakarta masih menjadi daya tarik arus urbanisasi. Sumber: jakarta.go.id
Jakarta masih menjadi daya tarik arus urbanisasi.
Sumber: jakarta.go.id

Jakarta, Media Publica – Arus balik kerap kali dijadikan momentum bagi para pendatang dari luar daerah untuk mengadu nasib di ibukota. Para pemudik yang pulang kampung pun terkadang membawa saudara atau kerabatnya saat kembali ke Jakarta. Ada pula yang datang sendiri dengan berbekal ijazah pendidikan dan keterampilan.

Salah satunya, Teguh Kusnanto, pendatang asal Jepara, Jawa Tengah yang datang ke Jakarta untuk mendapatkan pendapatan lebih tinggi. Sebelumnya Teguh berprofesi sebagai penjual nasi goreng.

“Penghasilan saya masih sangat kecil, Jumlah anggota keluarga yang harus saya tanggung ada enam orang, yaitu saya, istri, tiga anak dan satu nenek mertua. Saya punya ijazah SMA, dicoba-coba saja lah,” ungkap Teguh pada Senin (12/8) di Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrrans) Muhaimin Iskandar pun memperkirakan arus urbanisasi pasca-lebaran 2013 akan mencapai satu juta orang. Muhaimin pun mengungkapkan arus urbanisasi ini harus di antisipasi agar tidak menimbulkan gejolak sosial dan ancaman pengangguran yang lebih tinggi di perkotaan.

Pemerintah pun telah menyiapkan beberapa solusi diantara lain dengan mendorong otonomi daerah dan meningkatkan pembangunan di pedesaan dan kota-kota kecil agar penduduk tidak perlu pergi ke kota. Selain itu, kerja sama antara Kemnakertrans dengan pemerintahan daerah untuk meningkatkan perencanaan ketenagakerjaan di daerah pun akan dioptimalkan.

 

 

Sumber: Antara

Editor: Dwi Retnaningtyas

935 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *