Presiden Palestine menyambut para tahanan yang dilepaskan di Tepi Barat.  Sumber: BBC
Presiden Palestine menyambut para tahanan yang dilepaskan di Tepi Barat.
Sumber: BBC

Israel, Media Publica – Sebuah kesepakatan untuk negosiasi damai antar Israel-Palestina telah disetujui pada bulan Juli kemarin setelah John Kerry, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat bertemu dengan kedua belah pihak. Kerry menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan mendasar untuk kembali dalam negosiasi langsung antara Palestina dan Israel, namun ia menekankan bahwa hal ini masih beada dalam proses formalisasi. Menyusul peryataan Kerry tentang kesepakatan kedua belah pihak untuk negosiasi damai, Israel mengatakan akan membebaskan sejumlah tahanan Palestina sebagai bagian dari kesepatakan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry.

Pemerintah Israel menyetujui pembebasan 26 tawanan Palestina, sebagai bagian dari kesepakatan kelanjutan pembicaraan damai Rabu ini (14/08). Para tawanan dibebaskan hari Selasa malam (13/08). Dalam prosesi pembebasan terlihat iringan bus membawa keluar tahanan dari sebuah penjara di pusat Israel ke Beitunia melintasi Tepi Barat di Erez yang berseberangan dengan Jalur Gaza. Lima belas orang diantaranya  dipulangkan ke Jalur Gaza dan 11 orang lainnya ke Tepi Barat. Para tahanan yang diantarkan ke Tepi Barat disambut oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas, sementara mereka yang dibebaskan di jalur Gaza disambut dengan kembang api.

Israel berencana akan membebaskan 78 tahanan sebagai upaya pengembalian proses perdamaian. Pembebasan ini akan dilakukan secara bertahap, tergantung dari perkembangan pembicaraan damai. Meski mendapat sambutan positif namun banyak yang mengkhawatirkan pembicaraan Rabu ini akan dibayang-bayangi oleh keputusan kementerian perumahan Israel yang mengeluarkan proposal pembangunan 793 unit rumah di Yerusalem Timur dan 394 lainnya di Tepi Barat. John Kerry meminta Palestina untuk tidak bereaksi negative.

Menlu AS itu sudah enam kali berkunjung ke kawasan Timur Tengah selama beberapa bulan belakangan sebagai upaya menghidupkan kembali perundingan damai yang terhenti sejak tahun 2010.Pembicaraan langsung terakhir Israel dan Palestina saat itu terhenti terkait masalah pembangunan kawasan pemukiman, yang dianggap melanggar hukum internasional walaupun Israel membantah hal tersebut.

 

 

Sumber : bbc

Editor: Mega Pratiwi

879 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *