Kepadatan arus pemudik menuju Pantura sudah terlihat sejak H-5 Lebaran. Kenaikan jumlah pemudik yang menggunakan pesawat tak berpengaruh pada arus mudik di Pantura. Sumber: wartaekonomi.com
Kepadatan arus pemudik menuju Pantura sudah terlihat sejak H-5 Lebaran. Kenaikan jumlah pemudik yang menggunakan pesawat tak berpengaruh pada arus mudik di Pantura.
Sumber: wartaekonomi.com

Jakarta, Media Publica – Kepadatan arus pemudik sudah terlihat sejak sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tradisi yang biasa dilakukan tiap tahunnya ini memang beragam untuk bisa tiba di kampung halaman. Salah satunya adalah dengan pesawat yang di tahun ini menjadi pilihan yang banyak digunakan oleh para pemudik.

Kementerian Perhubungan memperkirakan arus penumpang udara mengalami kenaikan tertinggi selama arus mudik tahun 2013, dan kemungkinan baru mencapai puncaknya pada H-3, Senin (05/08).

Penumpang pesawat terus mengalir dari kota-kota besar di Indonesia menuju sejumlah tujuan utama di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

Menurut Humas Kementrian Perhubungan Bambang Ervan, jumlah penumpang udara mulanya hanya diprediksi naik sekitar 12% namun angka itu sudah terlampau pada H-4 Minggu (04/08) kemarin.

“Angka kita masih angka kemarin, hari ini kita baru pantau apakah mungkin masih terus memuncak sampai besok,” ujar Ervan.

Karakteristik penumpang pesawat udara yang hanya butuh waktu singkat untuk sampai di tempat tujuan menurut Ervan mendukung ramalan bahwa puncak arus penumpang mungkin belum terlewati.

“Kalau darat, laut, danau penyeberangan dan kereta sudah, tapi pesawat ini yang masih menanjak,” tambahnya.

Untuk memenuhi besarnya permintaan akan kursi dalam perjalanan melalui udara, berbagai maskapai berlomba menawarkan perjalanan tambahan.

Kementrian Perhubungan memperkirakan ada sekitar 600 penerbangan ekstra ke berbagai lokasi tujuan sepanjang lebaran tahun ini.

 

Tetap Padat                                                                                                                                       

Meskipun pemudik yang menggunakan pesawat meningkat, namun kepadatan arus kendaraan ditemui di beberapa titik jalur mudik yang biasa dilalui. Salah satunya adalah jalur Pantura.

“Pantura tetap padat karena biasanya yang naik pesawat ini tetap kirim mobil sekaligus sopir ke kampung halaman,” kata Ervan.

Meski belum ada penilitan ilmiah, fenomena penumpang udara kendaraan di darat ini menurutnya sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Kita lihat saja angka penumpang di Pantura berikut kendaraannya juga naik terus, tak ada pengaruh ke pengurangan kepadatan.”

Menurut catatan Kementrian, hingga H-4 jumlah kendaraan pribadi yang melaju untuk arus mudik naik 6,17% (1,65 juta unit menjadi 1,75 juta unit). Adapun jumlah pemudik bermotor juga naik pesat hingga 8,15% dari 2,79 juta unit menjadi 3,02 juta unit.

Kepadatan ini telah terlihat sejak H-5 dari pagi hingga siang hari. Diantara titik-titik menuju jalur Pantura yang mengalami kepadatan adalah jalan arteri Karawang hingga jembatan layang simpang Jomin. Ruas jalan ini umumnya dilintasi pemudik yang keluar dari gerbang Tol Dawuan menuju jalur Pantura.

Terjadi kemacetan cukup parah di jalan arteri Karawang sejak di jalan raya Purwasari hingga jembatan layang simpang Jomin sampai ke jalur Pantura wilayah karawang.
Sejumlah kendaraan pribadi dan bus harus melintasi bahu jalan “berjibaku” dengan pemudik bersepeda motor.

Titik lainnya menuju jalur Pantura yang padat kendaraan adalah selepas gerbang Tol Cikampek, Cikopo, Purwakarta, melintasi pertigaan Mutiara dan simpang Jomin.  Begitu juga jalan menuju jalur Pantura dari gerbang tol Cikampek bawah jembatan layang Cikampek atau melintasi pasar Cikampek.

Kepadatan arus lalu lintas terjadi pula di sepanjang jalur Pantura wilayah Karawang hingga Subang. Polisi berjaga-jaga pada setiap 100 hingga 200 meter di sepanjang jalur Pantura Karawang dan Subang.

 

Inilah data arus pemudik Lebaran 2013

  • moda darat naik 3,72% (5,9 juta menjadi 6,2juta penumpang)
  • moda sungai danau dan penyeberangan naik 1,76% (3,2 juta menjadi 3,3 juta penumpang)
  • moda kereta naik 0,62% (dari 3,102 juta menjadi menjadi 3,121 juta penumpang)
  • moda laut naik 5% (1,5 juta menjadi 1,6 juta penumpang)
  • moda udara naik 11,7% (3,63 juta menjadi 3,75 juta penumpang)
  • total penumpang naik dari 17,326 juta menjadi 18,098 juta

 

 

Sumber: Antara, BBC Indonesia & Kementrian Perhubungan 2013 

Editor: Dianty Utari Syam

881 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.