Penemuan virus baru dari lautan yang dapat memberantas virus MRSA dan Antrax. Sumber: BBC Indonesia   Sent from Windows Mail
Penemuan virus baru dari lautan yang dapat memberantas virus MRSA dan Antrax.
Sumber: BBC Indonesia

Jerman, Media Publica – Peneliti menemukan antibiotik baru di tempat yang sangat tidak biasa. Antibiotik ini bernama Anthracimycin, suatu senyawa kimia yang berasal dari bakteri Steptomyces, ditemukan di laut lepas pantai Santa Barbara, California.

Ini merupakan penemuan antibiotik baru yang jarang terjadi, namun ini menjadi berita baik dan efektif karena dapat membunuh virus MRSA dan anthrax. Senyawa ini diambil oleh Christopher Kauffman dari endapan Samudera Pasifik.

Rincian mengenai temuan antibiotik tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Angewandte Chemie, Jerman.

Thomas Frieden, Direktur Pusat Pengawasan dan Perlindungan Penyebaran Penyakit AS, baru-baru ini memperingatkan ‘mimpi buruk’ resistensi bakteri terhadap antibiotik. Sementara pejabat kesehatan AS Sally Davies, menggambarkan kondisi tersebut sebagai ‘bom waktu’ yang dapat mengancam keamanan nasional.

Struktur dari anthracimycin, seperti dijelaskan oleh Kyoung Hwa Jang dan karyawan dari Scripps dalam tulisan mereka, tak sama dengan antibiotik alami yang ada sebelumnya.

Pemimpin tim penelitian, William Fenical, menyampaikan komentarnya: “Yang penting dari pekerjaan ini adalah anthracimycin memiliki stuktur kimia yang baru dan unik. Penemuan senjawa kimia ini sangat jarang. Penemuan ini menambah temuan sebelumnya yang menunjukan bahwa bakteri lautan memiliki kandungan genetik dan secara kimia unik.” Sehingga tak menutup kemungkinan senyawa tersebut dapat menjadi golongan antibiotik yang baru.

Uji terhadap senyawa antibiotik telah menunjukkan efektivitasnya dalam menyerang anthrax. Selain itu, juga menunjukkan aktivitas yang signifikan dalam melawan Staphylococcusaureus, MRSA .

Hal tersebut semakin diperkuat setelah tim peneliti menguji senyawa pada tikus yang terinfeksi dengan virus MRSA. Dosis yang diberikan 1mg per 1Kg dari berat badan tikus, terbukti efektif dalam memberantas infeksi pada sekitar 85% dari tikus.

MRSA (Meticillin Resistant Staphylococcus Aureus) sendiri dapat menyebabkan infeksi yang mematikan dan telah menjadi ancaman karena tahan terhadap berbagai antibiotik telah banyak digunakan.

Dengan ditemukannya antibiotik ini, semakin dapat kita ketahui bahwa masih banyak potensi sumber daya untuk bahan baru dan senyawa yang ditawarkan oleh lautan. Sayangnya, masih banyak pula yang belum diselidiki.

 

 

Sumber: BBC Indonesia & Mediaanda.com

Editor: Dianty Utari Syam

1,043 total views, 8 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *