Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia. Sumber: Republika.co.id
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.
Sumber: Republika.co.id

Jakarta, Media Publica – Permasalahan dikubu persepakbolaan Indonesia hingga kini nampaknya tidak ada habisnya. Setelah dualisme kompetisi sudah bisa teratasi, kini PSSI(Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) kembali harus menghadapi permasalahan di badan Arbitrase International (CAS). Seperti apa yang telah disampaikan Oleh Sekjen PSSI, Joko Driyono, pihaknnya masih terikat persoalan pemecatan mantan pelatih Timnas Indonesia, Alferd Riedl.

Alferd Riedl, merupakan salah satu pelatih yang berhasil membawa Indonesia ke Final Piala AFF 2010 lalu. Ia di pecat oleh PSSI di bawah kepengurusan Djohar Arifin Husin, yang saat itu terpilih sebagai ketua PSSI yang dipilih melalui KLB Solo 2011.
Pemecatan Riedl ternyata menimbulkan masalah. Tuntutan pelunasan gajinnya tidak di penuhi oleh PSSI. Yang kemudian Riedl melaporkan nasibnya ini keĀ Federation of International Football Association (FIFA) dan membawa permasalahannya ke CAS.
Sebenernnya PSSI sudah mengetahui berapa jumlah yang harus di bayarkan ke Riedl. Joko Driyonopun menjelaskan bahwa PSSI harus membayar ganti rugi sekitar 120-140 Ribu Dolar Amerika Serikat.

“Dalam rapat komite Eksekutif, Kesekjenan diminta untuk menindaklanjuti. Terdekat komunikasi dengan Riedl akan dilakukan secara kongkret” , jelas Jokdri (sapaan akrab Joko Driyono).
Jokdri juga menurutkan, selain permasalahan dengan Riedl, PSSI juga harus berhadapan dengan salah satu konsultan. Dimana PSSI pernah bekerja sama untuk Bidding Piala Dunia 2022, Michelle Bachini.

“Waktu itu kontraknya dua tahun. Pada perjalanannya , Indonesia tidak jadi ikut Bidding karena tidak mendapat dukungan Pemerintah. Pemutusan Kontraknya tidak mulus karena ada Dinamika di dalam keorganisasian”, ungkap Jokdri.
Sumber: Sport SatuĀ 

Editor: Verrel Yudistira

1,417 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.