Kaesong sebagai kompleks industri yang terletak dikawasan Korea Utara ini adalah simbol kerjasama antar korea.  Sumber :bbc.co.uk
Kaesong sebagai kompleks industri yang terletak dikawasan Korea Utara ini adalah simbol kerjasama antar korea.
Sumber: bbc.co.uk

Kaesong merupakan sentra industri yang menjadi simbol kerjasama antara Korea Utara dan Korea Selatan.  Kawasan yang dibangun sepuluh tahun yang lalu itu ditutup pada April lalu oleh Korea Utara di tengah ketegangan di semenanjung akibat digelarnya percobaan nuklir Korea Utara pada 12 Februari. Kompleks Kaesong adalah penyumbang terbesar dalam perdagangan antar-Korea dan menghasilkan uang tunai bagi Korea Utara. Di dalamnya beroperasi sekitar 100 pabrikan asal Korsel yang mempekerjakan sekitar 53.000 buruh Korea Utara.

Pada bulan lalu Korea Utara setuju untuk mengadakan perundingan resmi dengan Korea Selatan tentang normalisasi Kaesong. Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Korea Utara KCNA, soal tempat dan waktu perundingan “diserahkan pada kubu Selatan”. Kedua belah pihak sudah enam kali mengadakan perundingan namun belum menemukan titik temu. Pihak Korea Selatan mendesak agar tidak ada lagi penutupan secara sepihak maka dari itu perjanjian tertulis diperlukan.  “Kalau tidak, kami tidak punya pilihan lain, selain membuat keputusan serius untuk mencegah kerusakan yang lebih besar pada perusahaan kami di masa depan,” tutur  Ryoo Kihl-jae selaku menteri unifikasi Seoul, seperti yang dikutip dari BBC. Usulan “pembicaraan akhir” secara resmi dikomunikasikan kepada Utara pada Senin (29/07) melalui jalur komunikasi di desa gencatan senjata Panmunjom, demikian media Korea Selatan melaporkan. Menurut pihak Korea Utara penutupan kawasan tersebut karena adanya tindakan provokasi dari Korea Selatan termasuk latihan militer antar Korea Selatan dan Amerika Serikat saat itu.

Ketegangan diantara kedua negara ini masih terasa walaupun sudah mulai menurun dari sebelumnya. Korea Utara dan Selatan, yang terlibat perang sepanjang 1950-1953, menandatangani gencatan senjata namun tidak pernah mencapai kesepakatan damai sehingga secara teori masih dalam keadaan perang. Dengan ditutupnya kawasan ini kedua belah pihak tentu mengalami kerugian. Kaesong merupakan kawasan yang menghasilkan uang tunai bagi Korea Utara. Sementara para pemilik perusahaan di Kaesong yang merupakan orang Korea Selatan, mengeluhkan karena sudah empat bulan berjalan perusahaan mereka tidak mampu menghasilkan apa-apa.

 

 

Sumber :bbc.co.uk/Indonesia

Editor: Mega Pratiwi

 1,736 total views,  4 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.