Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus atau Mers adalah virus yang menyerang pernapasan sama seperti virus SARS. Sumber: bbc.co.uk
Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus atau Mers adalah virus yang menyerang pernapasan sama seperti virus SARS.
Sumber: bbc.co.uk

Arab Saudi, Media Publica – Baru-baru ini sebuah virus yang menyerupai SARS menyerang beberapa orang dikawasan timur tengah dan kasus terbanyak berasal dari Arab Saudi. Virus yang menyerupai SARS ini adalah virus Corona yang juga  virus yang berasal dari kelompok yang sama dengan penyebab pilek dan penyakit Sars yang menyebabkan 774 orang meninggal. Juru bicara WHO Glenn Thomas mengatakan dalam jumpa pers di Jenewa, Swiss, data dari pejabat kesehatan Arab Saudi menunjukkan ada kasus baru di Provinsi al-Ahsa, sehingga jumlah penderita di seluruh dunia mencapai 50 kasus sejauh ini. WHO mengatakan kasus ini di Arab Saudi mencapai 38 orang, dengan 22 di antaranya meninggal. Kemudian virus ini diganti namanya menjadi Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus, atau MERS, dengan nama Timur Tengah untuk menunjukkan kawasan tempat banyaknya kasus ini.

Sejak 2012, sudah muncul sedikitnya 33 kasus di seluruh Eropa dan Timur Tengah yang mengakibatkan 18 kematian. Pada kemunculannya virus ini menjadi kekhawatiran global dan dikhawatirkan akan menyebar lebih luas seperti kasus SARS. Karena banyak korban yang akhirnya terinfeksi karena ada kontak dalam jarak dekat. Namun, kemudian dugaan itu terbantahkan dengan laporan beberapa peneliti dari Arab Saudi. Peneliti di Arab Saudi menerbitkan laporan detail tentang 47 kasus di negara itu. Dalam penelitiannya kebanyakan yang terinfeksi Mers adalah orang yang sebelumnya memiliki masalah kesehatan dan sudah tua.

Menurut Ziad Memish, selaku Kepala riset dan Wakil Menteri Kesehatan Masyarakat. Mers memang memiliki beberapa persamaan dengan virus SARS, tetapi ada beberapa perbedaan penting diantara kedua virus ini. Mers tidak seperti SARS yang mampu menginfeksi orang yang sehat dan lebih muda. Sejauh ini kecil kemungkinan bahwa Mers akan berkembang sangat mematikan seperti virus SARS. “Sejauh ini hanya ada sedikit indikasi yang menunjukkan bahwa Mers akan mengikuti jalan yang sama dengan Sars,”tutur Ziad seperti yang dikutip dari BBC. Bahkan laporan baru-baru ini menyatakan bahwa ternyata virus ini akan sulit untuk menyebar pada manusia. Namun untuk mengurangi tingkat infeksi virus Mers ini sulit karena sumber dari mana virus ini berasal belum diketahui hingga saat ini.

 

 

Sumber : BBC.co.uk/Indonesia 

Editor: Mega Pratiwi

3,380 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.