Ruang tamu,kediaman Alm. Mayjend TNI Purnawirawan Prof.Dr.Moestopo. Masih menggunakan sofa terdahulu. Foto : Media Publica/Rienhesti
Ruang tamu,kediaman Alm. Mayjend TNI Purnawirawan Prof.Dr.Moestopo. Masih menggunakan sofa terdahulu.
Foto : Media Publica/Rienhesti

Jakarta, Media Publica – Terlihat unik dan menarik bila kita melihat keberadaan kampus Universitas Prof.Dr.Moestopo (Beragama)  hal ini dikarenakan terdapat sebuah rumah tinggal bersejarah milik seorang pahlawan Nasional Republik Indonesia Prof. Dr. Moestopo yang juga sebagai pendiri kampus ini. Rumah yang masih berdiri kokoh ini ditempati oleh  Soepartini Moestopo yang merupakan istri dari (Alm) Moestopo. Kediaman ini nampak masih sama dengan bangunan terdahulu.

Menurut Romualdus Kusumanto  merupakan  cucu ke dua dari (Alm) Moestopo menjelaskan kediaman ini berdiri pada tahun 1954 sejak jaman perjuangan. kemudian mendirikan kursus tukang gigi dan akhirnya menjadi fakultas kedokteran gigi pada tahun 1961. Tempat ini selain menjadi hunian tinggal dari (Alm) Moestopo beserta keluarga melainkan menjadi tempat belajar serta klinik bagi mahasiswa.  Hingga saat ini rumah (Alm) Moestopo masih ditempati oleh  sang istri  yang kini usianya telah 91 tahun. Kediaman yang masih terjaga dengan baik ini, masih sesuai dengan bagunan aslinya, hal ini sesuai dengan amanat (Alm) Moestopo kepada istri dan keluarga untuk menjaga kediaman dan institusi pendidikan yang telah didirikan. “Eyang bilang akan tetap disini sampai akhir hayat karna ini adalah tempat yang penuh kenangan dan perjuangan,” ujarnya

Tidak hanya dalam bangunan yang masih terjaga dengan baik, namun keadaan dan perlengkapan yang terdapat didalam rumah masih menggunakan peralatan yang dulu digunakan, seperti meja makan, sofa tamu, kursi dan yang lainnya. Selain itu terdapat beberapa penghargaan yang diterima oleh (Alm) moestopo diantaranya terdapat plakat gelar Pahlawan Nasional yang diberikan oleh masyarakat pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2007.

Alm. Moestopo yang wafat pada 29 September 1986, dinilai sebagai sosok yang disiplin tegas, sederhana dan bersahaja. Pola hidup yang dijalani oleh  beliau mengajarkan agar mahasiswa lebih menanamkan nilai pancasila demi kemajuan bangsa dan negara.

Pada masa kepemimpinan Soekarno menganut prinsip Sosialis nasakom, prinsip ini bertentangan oleh prinsip (Alm) Moestopo yang mengajarkan bertakwa kepada tuhan. Maka atas dasar itu beliau menambahkan nama (Beragama) untuk merangkul semua keyakinan beragama agar dapat menempuh pendidikan bersama. 

Esensi yang dapat diambil dengan adanya rumah bersejarah dalam lingkup pendidikan ini, diharapkan mahasiswa dapat melestarikan dan melihat pola hidup kesederhanaan yang ada disini, hal yang diajarkan oleh (Alm) Moestopo yang bersahaja.

Hal senada datang dari  Harti Yuarti yang saat ini menjabat sebagai Wadek II Fikom (UPDM), ia pernah bekerja menjadi karyawan sekretaris pak Moestopo sejak tahun 1973.
“Menurutnya dibalik sosok kepahlawanan  patriotis pak Moestopo beliau seorang yang jujur, berwibawa, bersemangat, tegas, disiplin, serta pekerja keras. beliau juga memiliki jiwa rela berkorban dan peduli terhadap sesama. Maka dengan sosok yang demikian pak Moes menjadi panutan”.

Alasan mengapa terdapat rumah didalam istitusi pendidikan karna agar lebih mempermudah utuk mengawasi keadaan dan kejadian yang ada dalam lingkungan dan dapat langsung mengatasi permasalahan yang ada

Sebaiknya rumah ini dilestarikan mahasiswa dan kita semua, ini merupakan rumah bersejarah dan memiliki nilai tersendiri, baik dalam kesederhanaan maupun perjuangan yang dilakukan oleh (Alm) Moestopo  dahulu dapat menjadi contoh dan panutan bagi kita. Terlebih terdapat didalam lingkup institusi pendidikan.

Reporter : Rienhesti Dewiani Sarwono

Editor : Rati Prasasti

2,867 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.