Published On: Sat, Jul 6th, 2013

‘Meet The CEOs, Volunteerism Connecting Opportunity’ dalam HUT Akademi Berbagi

Kelas Akademi Berbagi ‘Meet The CEOs, Volunteerism Connecting Opportunity’ Bersama Mardi Wu (tengah), Handry Satriago (kanan), dan moderator Prabu Revoluasi (kiri) pada Jumat malam (5/7)

Kelas Akademi Berbagi ‘Meet The CEOs, Volunteerism Connecting Opportunity’ Bersama Mardi Wu (tengah), Handry Satriago (kanan), dan moderator Prabu Revoluasi (kiri) pada Jumat malam (5/7)
Foto : Media Publica/Rati Prasasti

Jakarta, Media Publica – “Berbagi Bikin Hepi” merupakan slogan dari Akademi Berbagi yang diusung Ainun Chomsun. Akademi Berbagi merupakan sebuah gerakan sosial yang berinisiatif membuat kelas belajar gratis dengan pengajar para praktisi dan para ahli yang mempunyai kompetensi dibidangnya.

Di usia yang ketiga untuk kali pertama Akademi Berbagi membuka kelas serta kesempatan untuk bertemu dengan para CEO yang memimpin beberapa perusahaan besar di Indonesia, yaitu Mardi Wu selaku CEO dari Nutrifood, dan Handry Satriago selaku CEO dari GE, dan Moderator oleh Prabu Revolusi.

Kelas yang dibuka semalam mempunyai konsep berupa talkshow dengan peserta relawan guru, dan relawan pengelola akademi berbagi, kelas tersebut berlangsung di Lumbung Desa pada Jumat (5/7) pukul 7-10 Malam.

Menjawab soal volunteer di Indonesia ada beberapa pernyataan yang dikemukaan dua pembicara malam ini. “Volunteer professionalism bukan berarti jadi volunteer harus dibayar, tp bagaimana kita bs melakukannya secara profesional” Mardi Wu pada saat kelas berlangsung.

“Poin pertama dalam membangun gerakan volunteerism adalah membentuk kebanggaan.”  HandryGE

Semangat berbagi tak luput turun dari Ainun Chomsun, ia mengatakan bahwa “jangan menunggu kaya untuk berbagi” Tukas Founder Akademi Berbagi ini.

Mell Paramartha selaku koordinator Nasional Akademi Berbagi sekaligus  ketua pelaksana acara ini mengatakan bahwa tujuan mengangkat tema ‘Meet The CEOs, Voulunteerism Connecting Opportunity’ adalah guna mendapatkan pelajaran dari proses perjalanan Handry Satriago dan Mardi Wu hingga menjadi pemimpin-pemimpin yang tangguh namun tetap punya waktu untuk berkontribusi secara aktif ke masyarakat. “Harapan kami, para relawan Akademi Berbagi di berbagai kota bisa membuat perubahan di kota mereka”Ungkap Mell

Sejak didirikan pada Juni 2010, hingga kini, Akademi Berbagi telah menggelar kelas gratis lebih dari 1000 kelas di berbagai penjuru wilayah di Indonesia. Beragam tema diangkat mulai dari bisnis, copywriting, hingga teknologi, dan menghadirkan relawan pengajar dengan latar belakang tema terkait.

Reporter : Rati Prasasti