Bank Indonesia Sumber : http://www.bi.go.id
Bank Indonesia
Sumber : http://www.bi.go.id

Jakarta, Media Publica – Bank Indonesia merupakan Bank sentral Republik Indonesia dan satu-satunya Bank di Indonesia yang memiliki hak untuk mengedarkan uang di Indonesia. Tanggal 1 Juli diperingati sebagai hari Bank Indonesia. Bagaimanakah awal mula berdirinya bank sentral Republik Indonesia ini?

Indonesia sejak jaman penjajahan telah menjadi pusat perdagangan. Para penjajah dari Eropa membawa sistem perbankan ke Indonesia dan mendirikan beberapa bank di Indonesia. Kemudian pada tahun 1928, pemerintah Hindia Belanda mendirikan bank sirkulasi bernama  De Javasche Bank N.V. Bertahun-tahun De Javasche Bank  (DJB) menjadi bank sirkulasi dibawah pemerintahan Hindia Belanda. Hingga pada kependudukan Jepang DJB dan segala  perbankan Hindia Belanda dihentikan.

Kemudian tiba masa revolusi,  ketika Hindia Belanda mengalami dualisme kekuasan antara Republik Indonesia dan Nederlandsche Indische Civil Administrative (NICA). Sehingga DJB sebagai bank sirkulasi masuk kedalam wilayah NICA. Kemudian pada Konfrensi Meja Bundar (KMB) pada tahun 1949 mengakhiri konflik antar keduanya dan menetapkan DJB sebagai bank sentral Indonesia. Status DJB sebagai bank sentral Indonesia terus berlanjut hingga Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menanggalkan Republik Indonesia Serikat (RIS).

De Javasche Bank kemudian digantikan oleh Bank Indonesia  sesuai yang tertera dalam Undang-Undang (UU) No. 11 tahun 1953 tentang Penetapan Undang-Undang Pokok Bank Indonesia, dijelaskan bahwa Bank Indonesia (BI) didirikan untuk menggantikan De Javasche Bank N.V, sekaligus bertindak sebagai bank sentral Indonesia. Undang-Undang Pokok Bank Indonesia ini berlaku pada tanggal 1 Juli 1953.

Perjalanan Bank Indonesia untuk bisa seperti sekarang ini tidak berhenti sampai disitu saja. Dalam Undang-Undang Pokok Bank Indonesia tersebut, BI sebagai bank sentral bertugas  untuk mengawasi bank-bank. Namun demikian, aturan pelaksanaan ketentuan pengawasan tersebut baru ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 1/1955 yang menyatakan bahwa BI atas nama Dewan Moneter, melakukan pengawasan bank terhadap semua bank yang beroperasi di Indonesia guna kepentingan solvabilitas dan likuiditas badan-badan kredit tersebut dan pemberian kredit secara sehat yang berdasarkan asas-asas kebijakan bank yang tepat.

Pada masa itu dengan modal bank sebesar Rp 25 juta, BI memiliki usaha-usaha bank antara lain: memindahkan uang (melalui surat atau pemberitahuan dengan telegram, wesel tunjuk, dan lain-lain), menerima dan membayarkan kembali uang dalam rekening koran, mendiskonto surat wesel, surat order, dan surat-surat utang, serta beberapa usaha lainnya. Berkaitan dengan hubungan BI dan pemerintah, telah ditetapkan dalam UU tersebut, bahwa BI wajib menyelenggarakan kas umum negara dan bertindak sebagai pemegang kas pemerintah Republik Indonesia (RI). BI juga memberi uang muka dalam rekening koran kepada pemerintah RI. Pada awal berdirinya, struktur organisasi BI meliputi 12 bagian di kantor pusat Jakarta, 15 kantor cabang di dalam negeri, dan 2 (dua) kantor perwakilan di luar negeri. Bagian-bagian yang terdapat di kantor pusat adalah: bagian pembukuan, bagian kas dan uang kertas bank, bagian urusan efek, bagian pemberian kredit Jakarta, bagian sekretaris dan urusan pegawai, bagian urusan wesel, bagian pemberian kredit pusat, dana devisa, bagian statistik ekonomi, urusan umum, bagian luar negeri, dan bagian administrasi pusat.

Perkembangan perbankan memberikan warna dalam kancah perekonomian Indonesia. Perjalanan perbankan nasional setelah nasionalisasi bank-bank asing dikukuhkan dengan dikeluarkannya Undang-undang Pokok Bank Indonesia No. 11 tahun 1953. Setelah itu, ketentuan tersebut dilengkapi dengan PP No. 1 tahun 1955 yang juga sama-sama merupakan tonggak sejarah perkembangan pengawasan perbankan di Indonesia.

Editor: Mega Pratiwi
Sumber: BI.go.id

6,679 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.