War Photographer  Sumber : vsmeets.com
War Photographer
Sumber : vsmeets.com

Jakarta, Media Publica – “War Photographer”, merupakan video dokumenter yang menceritakan tentang kisah seorang fotografer, James Natchwey saat bertugas. Beberapa dari fotonya meliput tentang kecelakaan atau tragedi, di dalam video ini semua fotografer masih menggunakan kamera film.

Dari video ini juga dapat disimpulkan bahwa dalam satu moment kita bisa memotret hingga beberapa kali, karena dari foto-foto itulah kita bisa memilih mana yang terbaik yang dapat dipublikasikan dan akan disajikan untuk publik. Jangan ragu untuk memotret banyak dalam satu moment karena jika kesempatan itu tidak digunakan dengan baik kita akan tertinggal kesempatan untuk memotret dan kita tidak pernah tahu ketika kita sedang tidak memotret di momen yang sama akan mendapatkan momen yg paling ’emas’.

Seperti dalam video tersebut James mengaku, dengan foto yang ia ambil, dengan cara itulah ia menunjukkan rasa ‘respect’ atau pedulinya. Lalu dengan fotolah ia menyampaikan apa yang ia rasakan, mendengar dan melihat. James pun berharap, dengan foto seluruh dunia tahu bahwa ada tragedi yang patut kita ketahui

Beberapa tempat dipilih James sebagai lokasi pemotretan. Salah satunya adalah Jakarta. Ia mencoba mengulas tentang realita yang ada di Indonesia. Permasalahan kemiskinan, contohnya pada kehidupan di pinggiran rel kereta. Melalui fotonya, James mencoba menjelaskan bahwa betapa mirisnya,tempat yang harusnya steril malah dijadikan tempat tinggal oleh beberapa keluarga. Banyak kegiatan yang dilakukan di tempat tersebut, mulai dari memasak, mencuci, mandi, makan, bahkan merebahkan badan mereka di dekat rel kereta. Sepertinya rasa takut sudah tidak ada dalam diri mereka.

Tak ketinggalan, adalah saat era Soeharto memimpin Indonesia. Banyaknya kerusuhan yang terjadi, terutama yang dilakukan oleh mahasiswa, menggugah hati James untuk memotretnya. Selain itu, kampanye-kampanye yang dilakukan oleh beberapa Partai Politik juga tak luput dari incaran kamera James.

Proses pencetakan foto pada saat itu, seperti yang dijelaskan dalam video ini, masih menggunakan cara yang lama yaitu masuk melalui kamar gelap dengan melewati beberapa proses pencetakan. Tak seperti sekarang ini yang jauh lebih instan dengan berkembangnya teknologi dan informasi

Presensi : Dianty Utari Syam

1,387 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.