Oleh Rati Prasasti*

Sumber Foto : Kabar24.com
Sumber Foto : Kabar24.com

Presentasi kerat kaitannya dengan berkomunikasi yang sama-sama menyampaikan pesan kepada komunikan. presentasi merupakan kegiatan berbicara di hadapan banyak orang  untuk pengajuan suatu topik, pendapat atau informasi kepada orang lain.

Menurut Handry Satriago selaku Pemimpin di Perusahaan GE (General Electric) Indonesia  yang bergerak ke bidang infrastruktur, finansial, dan media. “Presentasi yang baik bukan berapa banyak isi presentasinya melainkan bagaimana presentasi tersebut bisa menyampaikan isi presentasinya.” Dalam menciptakan kemampuan untuk presentasi dilakukan 3 tahap  proses presentasi :Pertama, Persiapan, pahami siapa audiencenya, Flow, dan mulailah persiapkan presentasi. Kedua Penyampaian, dalam menyajikan lakukan secara interaktif dan beradaptasi sehingga membuatnya lebih senang. Ketiga, Umpan Balik, melihat tujuan presentasi apakah sudah memenuhi apa yang diingikan oleh pemapar.

Seorang presenter dalam menyampaikan pemaparan harus memahami tujuan yang ingin disampaikan, disiapkan dengan baik agar penonton tetap kondusif dengan materi presentasi yang terus berlangsung, dan melibatkan audience agar semakin partisipatif.

selain itu, alangkah baiknya agar kita lebih mengenali dan memahami  siapa audience yang akan diajak untuk berkomunikasi hal-hal tersebut dapat dilakukan dengan mengetahui kebutuhan dari audience, membangun hubungan yang baik, membangun kepercayaan, yang logis untuk mengajukan pertanyaan.

Kemampuan untuk berpresentasi harus mempertimbangkan hal-hal yang kaitannya dengan metode untuk mempersiapkan bahan presentasi atau teknisnya diantara lain dengan menggunakan Cover Presentasi yang unik sehingga dapat menarik perhatian audience, penekanan untuk memainkan data berupa angka sehingga audience dapat mengerti, memainkan font atau jenis huruf dapat membuat eyecatching sehingga dapat dikenali siapa pembuat slide menurut Nancy Duarte – Slide:ology “Slides more than 75 words…you made a document!”

Jika ingin menambahkan grafik sebaiknya posisikan dengan seunik mungkin dan mainkan warna dengan menggunakan latar putih atau hitam, menggunakan transisi sebaiknya jangan berlebihan karena membahayakan untuk tampilan slideshow, dan gunakan gambar yang selaras dengan tema materi yang dibawakan.

Lalu bagaimana cara menyampaikan presentasi dengan baik? Handry mempunyai jawabannya pada saat membawakan materi ini di Akademi Berbagi pada 23 Mei 2013. Ia mengatakan bahwa dalam penyampaian komunikasi tidaklah mudah kita harus memahami latarbelakang dari orang yang akan kita ajak komunikasi, proses komunikasi mengatakan ada pengirim pesan dan ada juga penerima pesan namun gangguan tersebut sangatlah berpotensi untuk mengahalangi  pesan dalam berkomunikasi. Lain halnya dengan presentasi, dalam presentasi membutuhkan 93% komunikasi non verbal dalam hal ini mimic wajah dan gesture dalam presentasi sehingga dapat meyakinkan audience dan sisanya 7 % untuk komunikasi verbal yang meliputi intonasi suara dan kecepatan berbicara.

Penyampaian presentasi secara baik dapat diikuti dengan Menampilkan diri secara fisik dengan menunjukkan dan memperhatikan peserta dengan memberikan presentasi yang ringan, Mempertahankan kontak mata yang sesuai, Bergerak menuju peserta (mobile), Menghindari perilaku mengganggu yang membuat tidak fokus.

Sesi Penutup untuk presentasi yaitu periksa pemahaman dari audience, menutup sedikit dengan intermezzo atau lelucon, tanyakan umpan balik yang didapat sehingga sebagai alat belajar yang baik dan ucapkan terimakasih.

*Penulis adalah Pemimpin Redaksi LPM Media Publica periode 2012-2013

2,181 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.