Oleh Cheppy Setiawan*

Rangkaian nada yang mengalun dengan indah, selalu dapat merepresentasikan sesuatu. Untaian nada-nada minor dan mayor selalu dapat menyatakan atau mengungkapkan suatu perasaan. Itulah musik, untaian tangga nada yang terhubung dengan indah sehingga membuat orang begitu terbuai dibuatnya.

Blues-untuk-AllahMusik merupakan seni, namun apakah musik hanyalah musik? Sebuah tangga nada yang terhubung dan menghasilkan irama yang indah. Apakah sebatas itu? Apakah musik sebagai seni hanya merupakan bagian dari dunia industri belaka?

Karl Marx berbicara soal seni, menurutnya seni sebagai bagian dunia yang perlu dibedakan dari kerja manusia tentu bukanlah sekadar tiruan atau refleksi dari realitas eksternal, melainkan lebih jauh merupakan upaya memasukan realitas tadi ke dalam tujuan-tujuan manusia yang secara alamiah menjadikan aktivitas hidupnya sebagai objek kesadarannya. Disini terkandung unsur betapa seni tidak hanya mimetik dengan maksud utilitarian secara langsung. Selalu ada unsur-unsur dalam seni yang mengandung tujuan di dalam dirinya sendiri.

Ya, musik sebagai seni memang tidak hanya lantunan nada yang dapat menghasilkan keuntungan bagi dunia industri, musik sebagai seni memiliki tujuan dan ideologi yang sengaja dituang dalam lantunan nada dan lirik-liriknya. Musik-musik yang memiliki tujuan dan ideologi di dalamnya dijadikan alat perjuangan oleh sebagian orang, musisi, atau bahkan seniman.

Musik menjadi media penyampai aspirasi dan kritik sosial, itulah musik sebagai seni yang sebenarnya. Musik sebagai seni tidak akan pernah lepas dari kondisi sosial masyarakat sekitar, karena merupakan cerminan dari realitas sosial yang terjadi.

Musik merupakan alat perjuangan bagi kaum tertindas, hal itulah yang dilakukan beberapa musisi. Siapa yang tidak kenal musisi nasional yang cukup melegenda Iwan Fals? Lagu-lagu yang dekat dengan rakyat membuatnya memiliki banyak penggemar. Siapa pula anak punk yang tidak mengenal Band Marjinal? Band yang terinspirasi dengan Marsinah, seorang buruh yang terbunuh karena memperjuangkan nasib masyarakat banyak. Serta beberapa band-band lainnya yang lahir dan eksis dengan musik-musik perjuangan.

Mereka semua memberikan gambaran bahwa musik sebagai seni tidak hanya berbicara soal kesenangan dan keindahan pada lirik dan musikalitas nada saja, namun ada perjuangan yang dilandasi ideologi yang kuat.

 

 *Penulis adalah Pemimpin Umum LPM Media Publica periode 2012-2013

1,704 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *