uang sentralisasi copyJakarta, Media Publica – Sistem sentralisasi atau terpusat, yang saat ini diberlakukan bagi tiap fakultas di Universitas Prof.Dr.Moestopo (Beragama) masih dirasakan belum efektif. Pengalihan dari sistem desentralisasi menjadi sentralisasi, tak dapat dipungkiri memberikan dampak positif dan negatif untuk pihak fakultas.

Menurut Dr. Paulus Januar, drg, MS ketika terjadi masalah perhitungan gaji karyawan FKG tahun lalu maka bagi pimpinan fakultas itu tidak terlalu sulit, karena sesuai sentralisasi yang harus bertanggung jawab adalah sentral, artinya Universitas yang harus mengatasi masalah itu. Namun ia menjelaskan, terkadang sentralisasi membawa dampak buruk jika pelaksanaannya tidak cukup baik, yakni dapat berakibat lambannya kegiatan dari fakultas-fakultas. Hal itulah yang harus diperhatikan dalam sentralisasi.

Hal senada, dituturkan oleh Agung Setiyo Hadhi, SE, MM. , Wakil Dekan III FE, “Kalau dulu waktu desentralisasi keputusan mengenai fakultas sepenuhnya ada di Dekan dan Wadek. Tapi dengan adanya sistem sentralisasi, sejauh ini ada sedikit masalah keterlambatan. Kami menganggap kelemahan yang cacat, tapi harus mempunyai komitmen untuk diperbaiki kalau tidak akan mengganggu, tuturnya.

 

Mengembalikan warisan Moestopo, Dijadikan Dalih oleh Yayasan

Sebenarnya sistem ini bukanlah sistem baru di UPDM(B), sebab sistem ini sendiri sempat dijalani sejak awal UPDM(B) masih dipegang oleh Bapak. Prof. Dr. Moestopo atau yang disapa akrab Pak Moes. Namun seiring berjalannnya waktu, sistem sentralisasi ini sempat berubah ke sistem desentralisasi atau kekuasaan ada di masing-masing fakultas.

Hingga akhirnya pada 2008 sistem sentralisasi kembali dijalankan. Pihak Yayasan berdalih keputusan tersebut diambil, karena ingin mengembalikan warisan yang telah diturunkan oleh pendiri Kampus Merah Putih yaitu Pak Moes, “Kita hanya mengembalikan yang dulu yang telah diwariskan Pak Moestopo sendiri dengan pola tunggal, yaitu Ketua Yayasan dan Rektor itu harus melalui koordinasi. Jadi dari lembaga, yayasan dan universitas pola tunggalnya seperti itu,” ujar Ketua Pengurus Yayasan UPDM(B), Ignatius Kusmanto, S.Kom.

 

Reporter : Dianty Utary Syam & Ananda Ratu Ayu Kemuning

Editor: Prabawati Sriningrum

1,361 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.