Suasana Pemilihan Raya Umum (PRU-13) Malaysia. Sumber : Merdeka.com
Suasana Pemilihan Raya Umum (PRU-13) Malaysia.
Sumber : Merdeka.com

Malaysia, Media Publica – Minggu (05/05) lalu Malaysia memilih. Pemilihan Raya Umum (PRU-13) yang disebut menjadi pemilu pertama dalam sejarah dimana nasib pemerintah dipertaruhkan d itengah tuntutan reformasi kubu oposisi. Pemilihan yang dimulai pukul 08.00 waktu setempat, meningkatkan ketegangan setelah kampanye yang disertai dengan banyak tuduhan kecurangan pemilu, retorika rasis, dan kekerasan.

Dalam pemilu kali ini, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) yang diketuai Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak melawan aliansi Pakatan Rakyat (Pakta Rakyat) pimpinan mantan pembesar UMNO Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim mengekspos kemarahan publik atas merajalelanya korupsi, otoriterisme, dan kebijakan-kebijakan kontroversial yang dapat menguntungkan mayoritas etnis Melayu. Lawannya, Najib menawarkan reformasi politik terbatas demi menenangkan tuntutan.

Pemungutan suara yang ditutup pukul 17.00 waktu setempat ini mengumumkan bahwa koalisi berkuasa Malaysia menang kembali. Komisi Pemilihan Umun (KPU) mengatakan bahwa, koalisi berkuasa Barisan Nasional yang dipimpin Najib Razak memperoleh 112 kursi parlemen, ambang batas yang diperlukan untuk membentuk pemerintah di dewan beranggotakan 222 orang, seperti yang dilansir dari AFP. Pengumuman tersebut disampaikan delapan jam setelah pemungutan suara ditutup.  “Para calon yang mewakili barisan Nasional memperoleh 112 kursi,” tutur ketua KPU Aziz Yusof.

Dalam pemilu tersengit Malaysia ini, rakyat memberikan suara mereka dalam jumlah besar, namun pemilu dinodai oleh tuduhhan-tuduhan terkait dengan kecurangan. Ketika dikabarkan terkait dengan kemenangan Barisan Nasional, Anwar mengatakan bahwa Ia tidak akan menerima hasil pemilu itu. “Itu pemilihan umum yang kami anggap curang dan KPU telah gagal,” ungkap Anwar.

“Saya berharap kelompok oposisi dapat menerima hasil ini dnegan lapang dada dan mengizinkan proses demokrasi untuk berlanjut,” ungkap Najib.  Disisi lain, kemungkinan munculnya sengketa hasil pemilu juga sangat terbuka karena, kelompok oposisi menuduh adanya kecurangan.

Kampanye pemilu Malaysia memanas dalam beberapa hari terakhir, saat Anwar menuduh Barisan Nasional (BN) memalsukan sekitar 40.000 data pemilih, termasuk diantaranya orang asing. Pemilih menggunakan internet salah satu yang dituduhkan kepada Perdana Menteri Najib Razak berusaha mencuri pemilu tersebut.

Koalisi Pemerintah Malaysia Menangi Pemilu

Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak menerima amanah rakyat untuk menjadi PM Malaysia ke-6, setelah koalisi Barisan Nasional yang dipimpinya memenangkan Pemilihan Raya Umum (PRU-13).

Senin (06/05), dalam pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah wartawan, Najib mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan oleh rakyat Malaysia kepada BN untuk kembali memimpin. “Dengan kemenangan ini, artinya BN telah diberi mandat untuk memimpin pemerintah Malaysia. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan rakyat Malaysia,” tuturnya.
Sumber : Antara & AFP

Editor : Mianda Aurani

 1,473 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.