Ferdian Kusuma Putra
Ferdian Kusuma Putra

Jakarta, Media Publica –  Ketika masuk ke dalam dunia perkuliahan, tentu memiliki tantangan tersendiri. Lulus tepat waktu yang normalnya adalah 4 tahun menjadi salah satu tantangan bagi setiap mahasiswa. Beberapa mahasiswa menganggap ikut organisasi di kampus menjadi penghalang bahkan menghambat untuk bisa lulus dengan waktu normal.

Namun, Ferdian Kusuma Putra alumnus Fikom Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) angkatan 2008, membuktikan bahwa mengikuti organisasi bukanlah menjadi penghalang untuk bisa lulus dengan tepat waktu. Ia bahkan bisa menyelesaikan masa studi jenjang S-1 nya hanya dalam waktu 3,5 tahun saja.

Ketika awal kuliah, pria yang akrab disapa Ferdi ini ikut bergabung dalam Wadah Kegiatan Mahasiswa (WKM) Basket Fikom dan kemudian ia didelegasikan ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPM) Fikom. Tak hanya itu, ia lalu memutuskan untuk ikut bergabung ke Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Media Publica (MP). Dengan bergantinya periode, ia kembali didelegasikan dari MP untuk menjadi anggota MPM. Ia juga tergabung dalam Komunitas 360 Degree yang kegiatannya mengkaji ilmu komunikasi.

Tak hanya berorganisasi di dalam kampus, di luar kampus pun ia juga  mengikuti aktivis mahasiswa yaitu Gerakan Mahasiswa Satu (Gema Satu) dan juga mengikuti Karang Taruna.

Ferdi juga pernah mengukir prestasi dengan masuk empat besar dalam lomba Strategi Komunikasi di Solo pada tahun 2009 dan Juara 1 dalam Lomba Debat pada tahun 2010 di Universitas Andalas, Padang.

Dengan berorganisasi ia mendapat berbagai manfaat, yakni bisa menjadi mandiri, lebih berani, lebih percaya diri dan berwawasan, “Mungkin nantibelakangannya baru dapat materi,” tambah Ferdi.

Tak hanya ketika kuliah, manfaat organisasi juga ia rasakan didalam dunia kerja. Karena beberapa hal di dunia kerja, sudah ia dapatkan sebelumnya di organisasi.

Ferdi pun memberikan tips membagi waktu antara kuliah dengan kegiatan lainnya, “Pertama niat, kedua harus tahu mana yang  harus diprioritaskan, ketika sudah tahu mana yang harus di prioritaskan maka kita tahu mana yang harus dikerjakan.”

“Terus belajar, kalau sudah merasa jadi kita malah berhenti terima masukan orang dan terima pembelajaran,” tutup pria yang saat ini bekerja sebagai salah satu reporter di stasiun TV Swasta.

Reporter: Dianty Utari Syam
Editor: Rizky Damayanti

1,344 total views, 4 views today