Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) calon legislatif  dari PAN. Sumber: Tempo
Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) calon legislatif dari PAN.
Sumber: Tempo

Jakarta, Media Publica – Senin (22/4), kemarin adalah batas terakhir yang ditentukan Komisi Pemilihan Umum sebagai hari terakhir penyarahan berkas bakal calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Sebanyak 6.576 orang terdaftar dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) yang berasal dari dua belas partai politik. Dari total jumlah tersebut perempuan sebanyak 2.434 orang dan laki-laki sebanyak 4.142 orang.

8 dari 12 partai politik tersebut mengajukan bakal calon legislatif sebanyak 560 kursi atau 100 persen. Kedelapan partai itu antara lain Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA), Partai Demokrat, Partai Golongan Karya (GOLKAR), Partai NasDem, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sementara sisanya PDIP, PKS, PKPI dan PBB kurang dari 100 persen.

Dari ribuan caleg tersebut terdapat beberapa nama yang berpindah partai, pindah daerah pemilihan dan banyak juga artis yang ikut mencalonkan diri menjadi anggota dewan. Salah satu partai yang banyak mengusung artis adalah Partai Amanat Nasional. Artis-artis tersebut diantaranya Primus Yustisio, Eko (Patrio) Hendro Purnomo, Ikang Fauzi, Dwiki Dharmawan, Desy Ratnasari, Anang Hermansyah, Jeremy Thomas, Ayu Azhari, Gisel Idol, dan Yayuk Basuki. Tampaknya mengusung calon legislatif dari kalangan artis masih menjadi strategi partai politik agar elektabilitas partai dapat didongkrak.

Namun apakah para artis yang dicalonkan ini memiliki kompetensi yang mumpuni? Hal inilah yang disangsikan oleh Muminto Arief, salah satu dosen komunikasi politik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Prof.Dr.Moestopo Beragama (UPDMB). “Ya kalau kita lihat gak kompeten lah ya. Kita sudah tau  perilakunya dan sebagainya itu yang kita khawatirkan. Jadi ya saya menyangsikan kompetensinya,” jelas pria berkacamata ini. Menurutnya sah-sah saja bila kalangan selebritis ini ingin menjadi wakil rakyat, namun tetap harus berkompeten. Ia berpendapat  sebaiknya para selebriti ini digodok terlebih dahulu dalam partai agar mengerti persoalan politik dan persoalan bangsa. “Jadi artis itu jangan terburu-buru ingin menjadi wakil rakyat tapi dikaderkan dulu di partai ada pendidikan politiknya, ada pemahaman persoalan yang dihadapi bangsa, hingga saat berangkat menjadi wakil ini sudah paham gitu loh, apa yang harus dia kerjakan,” tukasnya.

Untuk mengetahui nama-nama caleg 2014 dapat dilihat di website resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selanjutnya KPU akan melakukan verifikasi terhadap syarat pengajuan pencalonan dan syarat bakal calon dari tanggal 23 April sampai 6 Mei 2013. Hasil verifikasi akan disampaikan kepada partai politik tanggal 7-8 Mei 2013.

 

Sumber: KPU, MSN Plasa

Editor: Mega Pratiwi

 

1,059 total views, 8 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.