Google whatsapp. @2013 Sumber: Merdeka
Google whatsapp. @2013
Sumber: Merdeka

California, Media Publica – Isu raksasa internet Google yang akan membeli sistem pesan smartphone WhatsApp seharga USD 1 milliar atau setara dengan Rp 9,7 trilliun, hanya rumor belaka. Kepala Bussines Development WhatsApp, Neeraj Arora membantah rumor yang awalnya dihembuskan oleh seorang sumber yang dikutip Digital Trends, sepekan lalu itu.

 

Digital Trends melaporkan sumber mengatakan kedua belah pihak telah dalam diskusi selama berminggu-minggu dan tawaran saat ini “mendekati angka $ 1 miliar”. Google pun tidak ingin berkomentar mengenai spekulasi tersebut, sebagaimana dilansir dari The Guardian.

 

Kabarnya WhatsApp sedang bernegosisasi soal pembelian ini. Pemicunya, Google mengaku lemah di layanan messaging. Juni lalu, Google Product Manager Nikhyl Singhal mengaku lemah dalam layanan ini. “Messaging adalah kelemahan kami dalam strategi mobile Google,” kata Nikhyl.

 

Namun isu penolakan ini dirasa belum mampu meredam rumor, pasalnya Arora sendiri merupakan Kepala Merger dan Akuisisi di Google pada tahun 2010, dengan keberhasilannya memberikan tawaran sebesar USD 6 miliar untuk perusahaan Groupon.

 

Arora mengatakan bahwa WhatsApp tidak dalam kerja sama apa pun dengan Google. Arora juga menolak untuk ditanya lebih jauh mengenai hal ini. Rumor ini sebenarnya bukan yang pertama kali menimpa WhatsApp. Desember lalu, WhatsApp dikabarkan akan membuat jejaring sosial bersama Facebook, namun WhatsApp membantahnya.

 

Rumor yang berhembus bahwa Google telah membuat layanan messaging bernama Google Babel. Layanan ini rencananya akan digabungkan dengan WhatsApp jika akuisisi itu terjadi.

WhatsApp sendiri didirikan oleh Jan Kuom dan Brian Acton pada 2009, di Santa Clara, California. Aplikasi ini bisa menjembatani messaging antar smartphone seperti Android, BlackBerry, iOS, Symbian, dan Windows Phone. Tak hanya pesan teks yang bisa dikirim, tapi juga foto, audio dan video. Applikasi bebas iklan ini dilaporkan memiliki sekitar 100 juta pengguna setiap hari, dan ada di 250 negara.

Januari lalu mereka mengumumkan mencapai rekor pada malam tahun baru, dengan 7 miliar pesan masuk yang dikirim hari itu. Rekor lain yang pernah diraih dalam satu hari adalah 11 miliar pesan.

 

Untuk Google, membeli WhatsApp akan memberikan akses ke sejumlah besar data tentang siapa yang berbicara dengan siapa dan bisa mempercepat layanan Google+, jika menambahkan elemen pesan seperti Whatsapp yang sudah sangat populer.

 

Dengan biaya hanya sebesar £ 0.69p ($ 0.99) untuk iPhone dan merupakan aplikasi yang paling banyak diunduh di puluhan negara. Aplikasi ini dapat mengancam, bukan hanya perusahaan-perusahaan telekomunikasi, tetapi juga Facebook, yang saat ini sedang menguji sebuah sistem pengisian baru untuk pesannya.

 

Pada tahun 2011, duo penemu yang bertemu di Yahoo ini, dilaporkan dijamin akan menerima dana USD 8 miliar dari Sequoia Capital, salah satu top investor teknologi dan pendukung Dropbox dan YouTube. Tak lama setelah perusahaan mengumumkan bahwa mereka telah mampu memroses pesan sepuluh miliar dalam sehari.

Tidak seperti Blackberry, yang terbukti hit dikalangan orang tua dan remaja karena sifatnya yang gratis dengan BlackBerry Messenger. Tetapi dengan cross platform Whatsapp yang membuatnya sangat berguna bagi orang-orang yang menggunakan smartphone berbeda karena tidak kompatibel dengan sistem operasi mobile.

 

Sumber: All Things Digital dan The Guardian

Editor: Desy Setyowati

 1,278 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.