Seorang anak korban penyerangan NATO (06/04) di Provinsi Kunar, Afghanistan
Seorang anak korban penyerangan NATO (06/04) di Provinsi Kunar, Afghanistan
Sumber: AFP

Afghanistan, Media Publica – Serangan udara NATO di Afghanistan Timur Sabtu pagi (06/04) telah menewaskan sebelas anak. Satu wanita diketahui telah tewas dan enam lainnya terluka karena serangan NATO di distrik Shigal, provinsi Kunar.

Kejadian tersebut dilakukan oleh NATO, karena sebelumnya penasihat sipil AS tewas dalam serangan militan. Sementara itu, Presiden Afghanistan, Hamid Karzai yang mengetahui kejadian tersebut pun mengutuk pembunuhan tersebut. Ia mengeluarkan dekrit yang berisi sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya, yakni larangan untuk melakukan serangan udara terhadap daerah sipil.

Beberapa foto yang diambil dari tempat kejadian pun dikirim ke kantor berita internasional, seperti BBC, untuk memperlihatkan tubuh beberapa anak kecil yang tak lagi berdaya, dan dikelilingi oleh penduduk desa Afganistan.

Dilansir dalam BBC, penduduk desa dan pejabat setempat mengatakan bahwa korban berada dalam rumah mereka, saat mereka meninggal. “Delapan gerilyawan Taliban tewas dalam serangan udara, Sabtu, dan hal ini telah menyebabkan atap beberapa rumah ditiga desa runtuh,” ujar seorang pejabat setempat.

Tribal tua Haji Malika Jan mengatakan kepada BBC: “Pertempuran antara kedua belah pihak dimulai Sabtu pagi (06/04) dan berlanjut selama setidaknya tujuh jam.

“Daerah ini sangat dekat dengan perbatasan Pakistan dan ada ratusan pejuang lokal dan asing, terutama Pakistan, di daerah.”

Dalam sebuah kesempatan, pimpinan NATO International Security Assistant Force (ISAF) mengatakan, “kami menyadari insiden kemarin di provinsi Kunar, di mana gerilyawan terlibat pasukan Afghanistan dan koalisi.”

“Tidak ada personil ISAF yang terlibat di lapangan, tapi ISAF melancarkan serangan api dari udara, menewaskan beberapa gerilyawan. Kami juga menyadari laporan beberapa warga sipil yang terluka, tetapi tidak ada laporan kematian warga sipil. ISAF mengambil semua laporan sipil korban luka serius, dan kami sedang menilai insiden itu.”

“Serangan dukungan udara dilakukan oleh pasukan koalisi dan digunakan untuk melibatkan pasukan pemberontak di daerah yang jauh dari struktur.”

“Presiden juga mengutuk keras taktik Taliban menggunakan warga sipil dan rumah-rumah mereka sebagai perisai mereka,” katanya.

Kematian warga sipil dalam operasi militer Barat telah menjadi sumber ketegangan antara pemerintah Afghanistan yang dipimpin Presiden Karzai dan AS dan sekutu NATO-nya. Saat ini pasukan internasional sedang mempersiapkan untuk menarik diri dari Afghanistan pada akhir 2014.

Dikabarkan bulan Februari tahun lalu, setidaknya 10 warga sipil, kebanyakan perempuan dan anak-anak, tewas dalam serangan udara NATO di wilayah yang sama. Hingga akhirnya pada bulan Februari tahun ini, Presiden Karzai memerintahkan larangan lengkap tentang pasukan keamanan Afghanistan untuk melidungi serangan udara di wilayah pemukiman.

Sumber: BBC News

Editor: Cheppy Setiawan

1,103 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.