Margaret Thatcher, Mantan perdana Menteri inggris. Foto : reuters
Margaret Thatcher, Perdana Menteri Inggris.
Sumber : reuters

London, Media Publica – Margaret Thatcher, Perdana Menteri Inggris untuk periode 1979 hingga 1990, meninggal dunia setelah terserang stroke, Senin (08/04).  Sosok yang dijuluki “Wanita besi” ini sangat dominan mengisi panggung politik Inggris semasa Perang Dingin. “Dalam kesedihan yang mendalam  Mark dan Carol Thatcher mengumumkan bahwa ibunda mereka meninggal dunia dengan tenang,” ungkap Lord Tim Bell.

Thatcher adalah Perdana Menteri Inggris terlama. Ia menjabat sejak tahun 1979 hingga 1990. Wanita yang wafat pada usia 87 tahun ini adalah satu-satunya perempuan Inggris yang menjabat sebagai PM. Saat masa jabatnya, Thatcher menerapkan sebuah kebijakan konservatif yang disebut dengan “Thatcherisme”.

Wanita yang lahir pada 13 Oktober 1925 ini adalah seorang pengacara. Kemudian Ia bergabung dengan Partai Konservatif dan meniti karir politik hingga menjadi PM Inggris terlama sebelum digantikkan oleh John Major.
Thatcher dimata Tokoh Dunia

Wanita yang bernama lengkap Margaret Hilda Roberts ini sangat dikagumi oleh banyak tokoh dunia karena kehebatannya. “Margaret Thatcher adalah sosok politisi hebat dan seseorang yang amat mengesankan. Dia akan selalu terkenang dalam ingatan dan sejarah,” ungkap Mikhail Gorbachev, mantan Presiden Uni Soviet, Senin (08/04) yang dilansir dari AFP.

Ia adalah politisi dengan untaian kata yang memiliki makna yang mendalam, tambah Gorbachev, seraya mengungkapkan kesedihan dan menyebut kabar kepergian Thatcher sebagai kabar menyedihkan.

Tidak hanya Gorbachev saja, Ratu Elizabeth II merasa sedih atas kabar kepergian Thatcher. “Ratu sedih mendengar berita kematian Thatcher. Yang Mulia akan mengirimkan pesan pribadi yang menyatakan simpatinya kepada keluarga itu,” ungkap Istana Buckingham.
Angela Markel, Kanselir jerman memuji mendiang Thatcher sebagai pemimpin yang luar biasa dan berperan penting dalam mengatasi sengketa perang dingin Eropa. “ Dia adalah perempuan luar biasa di kancah politik global,  saya tidak akan lupa jasa beliau dalam mengatasi perpecahan diakhir perang dingin,” tutur Markel.

 

Sumber : AFP & Antara

Editor : Mianda Aurani

1,113 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.