Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, Media Publica  – Tekanan darah tinggi atau hipertensi ternyata bukan hanya menjadi faktor risiko terhadap penyakit jantung dan stroke saja, tetapi juga terkait dengan penyakit Alzheimer. Sebuah penelitian menemukan bahwa hipertensi menyebabkan penumpukan plak di otak yang menjadi indikasi Alzheimer.

Penyakit Alzheimer adalah sindrom degeneratif dan progresif yang menyebabkan gangguan berpikir dan menurunnya daya ingat. Penumpukan plak yang berupa protein amyloid pada otak, diduga sebagai penyebabnya dan akan memburuk seiring bertambahnya usia.

Penelitian tersebut merupakan bagian dari Dallas Lifespan Brain Study, yaitu sebuah studi komprehensif yang mempelajari penuaan otak pada sekelompok besar orang dewasa dari segala usia. Tim peneliti merekrut 147 peserta yang berusia 30 sampai 89 tahun untuk menjalani serangkaian tes.

Tes tersebut berupa uji kognitif, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan pencitraan PET, dengan menyuntikkan Amyvid, yaitu senyawa yang dapat melakukan perjalanan ke otak dan mengikat protein amiloid. Sehingga memungkinkan para peneliti untuk memvisualisasikan jumlah plak amiloid.

Peneliti selalu mengukur tekanan darah dari peserta penelitian setiap kali melakukan kontrol. Kemudian, peneliti mengelompokkan peserta yang tekanan darahnya diketahui melebihi batas sehat atau didiagnosis dokter dengan hipertensi.

Peserta dengan tekanan darah tinggi kemudian dibagi ke dalam dua kelompok, kelompok pertama adalah yang mengambil obat anti-hipertensi dan kelompok lainnya tidak mengambil obat-obatan apapun. Peneliti menemukan bahwa sekitar 20 persen dari pasien hipertensi tersebut termasuk dalam kelompok risiko genetik Alzheimer, yang memiliki penumpukan amyloid.

Hasil yang paling mencolok dari studi ini adalah bahwa orang dewasa dengan hipertensi, tanpa pengobatan juga membawa faktor risiko genetik untuk penyakit Alzheimer, karena menunjukkan tingkat amiloid jauh lebih tinggi daripada kelompok lainnya.

Sedangkan pasien yang mengambil obat anti-hipertensi, meskipun memiliki risiko genetik sekalipun, memiliki tingkat plak amiloid yang setara dengan peserta penelitian tanpa hipertensi atau risiko genetik.

Studi ini menunjukkan bahwa pengendalian hipertensi secara signifikan dapat mengurangi risiko mengembangkan penumpukan amyloid, bahkan pada orang dengan risiko genetik dan pada orang dewasa sehat yang lebih tua sekalipun.

“Masih diperlukan studi jangka panjang terhadap lebih banyak orang untuk memastikan bahwa penggunaan obat hipertensi tersebut menurunkan tingkat amyloid,” terang Dr. Karen Rodrigue, asisten profesor di UT Dallas Center for Vital Longevity (CVL), yang memimpin penelitian tersebut.

Namun demikian, temuan ini menjadi pengetahuan awal bagaimana tekanan darah tinggi atau hipertensi terkait dengan penyakit Alzheimer. Tumpukan amyloid pada orang dengan hipertensi kronis, diduga dapat menghalangi aliran darah ke otak dan meningkatkan risiko Alzheimer.

Sumber : DetikHealth
Editor : Kris Aji Irawan

1,468 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.