Kendari, (29/9/2011) Bekti Nugroho dan Maria D. Andriana (anggota Dewan Pers) membawakan materi saat sosialisasi standar kompetensi wartawan di hotel Horison Kendari, Kamis (29/9). Melalui standar kompetensi wartawan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan. Sumber: Antara
Kendari, (29/9/2011) Bekti Nugroho dan Maria D. Andriana (anggota Dewan Pers) membawakan materi saat sosialisasi standar kompetensi wartawan di hotel Horison Kendari, Kamis (29/9). Melalui standar kompetensi wartawan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan.
Sumber: Antara

Jakarta, Media Publica – Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) hendak  mencanangkan ujian Standar Kompetensi Wartawan (SKW) bagi mahasiswa dengan konsentrasi jurnalistik. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas dan kompetensi mahasiswa maupun pendidikan di Fikom, serta menciptakan mahasiswa yang mampu bersaing sebagai seorang wartawan.

 

Dwi Ajeng Widarini, S.Sos, M.Ikom, menjelaskan bahwa ujian SKW ini dimaksudkan sebagai peningkatan dari Fikom. “Kedepannya, kita harus bisa menghasilkan mahasiswa–mahasiswa yang mampu bersaing dimasa yang akan datang, dan juga memiliki tingkat kemampuan dalam bidangnya yang sesuai dengan kebutuhan serta memiliki daya saing,” ujar Kepala Konsentrasi Jurnalistik Fikom ini.

 

Walau sampai saat ini MoU antara pihak fakultas dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta Dewan Pers belum disahkan, pihak fakultas merencanakan semuanya dengan matang dan serius. Bahkan, sudah ada lima belas dosen yang akan dikirim untuk melakukan pelatihan guna memantapkan mereka sebagai penguji.

 

Sampai berita ini diturunkan, sosialisasi kepada mahasiswa belum dilakukan, mengingat MoU yang belum disahkan. Namun, pihak fakultas sudah melakukan sosialisasi kepada para dosen jurnalistik. Nantinya, saat mahasiswa dengan konsentrasi jurnalistik dinyatakan lulus, mereka tidak hanya mendapatkan ijazah S1, tetapi juga akan  mendapatkan sertifikat resmi yang menyatakan mahasiswa tersebut telah memenuhi standar komptensi sebagai seorang wartawan.

 

Walau tidak bersifat wajib, mahasiswa dengan konsentrasi jurnalistik disarankan untuk mengikuti ujian ini. “Karena nantinya bukan hanya sertifikatnya saja, tapi pengetahuan soal kompetensi dan sebagainya, biasanya sebelumnya akan ada pelatihan dulu,” tambah M. Saefulloh, S.Sos, M.Si, selaku Wakil Dekan I bidang akademik Fikom.

 

Selain UPDM(B), kampus lain yang sudah menjalankan ujian ini diantaranya Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta. Pihak fakultas yakin dengan kelebihan yang dimiliki UPDM(B), nantinya para lulusan dapat bersaing melebihi kampus-kampus sebelumnya yang sudah menerapakan ujian ini.

Reporter: Dwi Retnaningtyas dan Diyanti Utari Syam

Editor: Desi Widiastuti

1,056 total views, 8 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.