Penulis: Stanley J. Baran Tahun Terbit: 2012 Jumlah Halaman: 445 Penerbit: Erlangga
Penulis: Stanley J. Baran
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 445
Penerbit: Erlangga

Jakarta, Media Publica – Buku Pengantar Komunikasi Massa Jilid 1 Edisi 5 karya Stanley J. Baran ini, berisi tentang keterkaitan media, khalayak dan budaya yang berkembang dan berubah secara bersama-sama. Dijelaskan bahwa bagaimanapun juga pesan yang terdapat dalam media memiliki dampak budaya yang penting. Begitupun dengan orientasi budaya yang menyatakan bahwa khalayak adalah bagian dari proses komunikasi massa. Sebagai bagian yang penting dalam pemeliharaan budaya, khalayak harus berpartisipasi secara aktif, tepat dan efektif.

Berikut ciri khas pada buku ini, yang tetap dipertahankan dari edisi sebelumnya.

  • Adanya penekanan pada pengembangan melek media massa. Dimana buku ini dirancang untuk mendukung dan meningkatkan keterampilan dalam melek media.
  • Perspektif budaya. Dimana khalayak media dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam proses komunikasi massa dan membantu membentuk budaya.
  • Bagian sejarah singkat. Dimana dapat membantu pembaca memahami isu-isu terbaru dalam perkembangan media.
  • Fokus pada konvergensi. Dimana pada bagian tersebut menekankan pada penjelasan teknologi pada media dan masyarakat.
  • Adanya bagian mengenai kotak pengajaran yang dimasukkan di seluruh buku. Dimana terdapat bagian-bagian seperti menggunakan media untuk menciptakan perubahan, forum budaya, sejarah media berulang dan menghidupi melek media.

Dalam edisi kelimanya, buku ini juga memiliki perubahan penting, diantaranya pada bab dua “Perkembangan Proses Komunikasi Massa” merupakan bab baru dalam edisi ini. Lalu, pemberian informasi baru, kotak-kotak informasi yang telah diperbarui untuk membuat topik-topik dan isu-isu terbaru, data statisfik yang telah diperbarui, serta ulasan tentang kepemilikan media yang dimana semua bagian-bagian tersebut sangat menarik untuk dibaca.

Pada bagian pertama buku ini, kita dapat mengetahui dasar dari pembahasan yang akan diulas. Mengenai apa itu komunikasi massa, budaya dan melek media, serta perkembangan proses komunikasi massa. Dari kedua bab bagian pertama tersebut, kita masih dapat merilekskan pikiran kita sebelum menuju bagian kedua yang akan membahas tentang media, industri media dan khalayak media dimana terrdapat pembahasan mengenai buku, surat kabar, majalah, film, radio, rekaman dan musik populer, televisi, tv kabel, video musik, video games, internet dan world wide web.

Apakah komunikasi massa itu? Dalam hal ini diberikan definisi komunikasi dari Harold Laswell: Siapa? Berkata apa? Melalui saluran apa? Kepada siapa? Dengan efek apa? Lalu secara jelas diberikan definisi komuniasi massa oleh Osgood dan Schramm. Kemudian apa itu budaya dan apakah hubungan antara komunikasi massa dan budaya? Ini merupakan bagian menarik, karena dari komunikasi massa itulah kita yang turut berkontribusi dalam menciptakan dan memelihara budaya. Setelahnya dapat kita ketahui elemen-elemen media yang diberikan oleh Art Silverblatt.

Masih dalam bagian pertama di bab kedua ini, kita akan mengetahui bagaimana perkembangan proses komunikasi massa. Dimulai dari kepemilikan dan komersialisasi perusahaan media yang terkonsentrasi kepada beberapa pihak saja. Lalu, perkembangan internet dan teknologi digital yang merupakan cara baru untuk menyampaikan pesan kepada khalayak. Namun bagaimana dengan media tradisional?

Dalam bagian kedua, dapat kita temui dan kita pelajari beberapa contoh dari media. Tahukah kita bahwa sebenarnya buku adalah bagian dari media? Bagaimana sebenarnya sejarah terbentuknya buku? Hal menarik yang patut dibaca! Kemudian hal apa saja yang menjadikan buku dianggap sebagai pendorong budaya. Lalu, buku-buku apa sajakah yang pernah ditentang keberadaannya? Disini dapat kita temui lima puluh judul buku yang paling ditentang oleh sekolah-sekolah di AS dan perpustakaan umum selama satu dekade terakhir. Keberadaan internet yang mempengaruhi penjualan buku, sedikit ulasan dalam mengembangkan keterampilan media dari Harry Potter. Bagaimanakah itu?

Kemudian kita masuk dalam bagian surat kabar. Bagaimana sejarahnya? Lalu, apa saja tipe-tipe surat kabar? Penurunan pembaca surat kabar yang dipengaruhi oleh keberadaan internet. Kemudian dalam bab ini dapat kita temui istilah jurnalisme kuning. Apakah itu? Dan ternyata, peletakkan media juga hal terpenting dalam pembuatan surat kabar.

Menuju bab lima, kita akan menemui bagaimana sejarah dari perkembangan majalah. Ternyata majalah pernah menjadi kekuatan penting dalam perubahan sosial, terutama pada era muckraking. Apa itu muckraking? Lalu, seperti apa pengaruh majalah dalam era tersebut? Kemudian bagaimana dengan periklanan majalah, bagaimana mengukur sirkulasi. Dan lagi-lagi, internet juga berkonvergensi dengan majalah. Advertorial, sebuah konten jurnalistik ataukah sebuah iklan? Mengembangkan melek media massa dengan menegenal kekuatan grafis.

Film, pertama-tama kita akan mengetahui bagaimanakah sejarah terbentuknya film hingga terbentuknya narasi. Ternyata film bersuara sempat mengundang skandal, karena dampaknya terhadap budaya. Pada tahun 1938, lima studio besar: Warner Brothers, MGM, Paramount, RKO dan 20th Century Fox sempat dituntut oleh Departemen Kehakiman, mengapa bisa? Lalu mari mengembangkan keterampilan melek media dengan mengenali penempatan produk.

Pada bab radio, rekaman dan musik popular. Pertama, kita akan temui sejarah singkat dari radio dan rekaman suara, hingga radio mencapai masa keemasannya. Bagaimana ruang lingkup dan sifat industri radio. Sampai pada akhirnya berkembanglah industri musik lewat radio.

Masuk kepada bab televisi, TV kabel dan Mobile Video. Kita akan mengetahui sejarah televisi lalu pertumbuhan kekuasaan televisi yang juga dipengaruhi oleh gerakan anti komunis. Bagaimana ruang lingkup dan sifat industri penyiaran, bisnis penyiaran televisi yang di dominasi oleh organisasi dengan produksi, distribusi dan pengambilan keputusan yang tersentralisasi. Perkembangan dari TV kabel dan cara lain menonton televisi dengan mobile video. Kemudian mengambangkan keterampilan melek media dengan berita palsu. Apa maksudnya? Patut dibaca!

Tiba pada bab sembilan, kita akan mengetahui sejarah singkat dari video game, lalu bagaimana perkembangan games yang sangat cepat diiringi dengan presentase pemain games itu sendiri. Bagimana ruang lingkup dan sifat industri game dan apakah dengan masyarakat bermain game. Setalahnya, tren dan konvergensi dalam industri video game, kemudian dalam forum budaya terkait dengan gambaran perempuan dalam video game, dan ditutup dengan menghidupi melek media dengan memulai kelompok advokasi game yang bertanggung jawab.

Bab terakhir, internet dan world wide web. Pertama kita akan mengetahui sejarah singkat internet yang diiringi oleh perkembangan komputer. Lalu, world wide web tempat biasa kita mengakses informasi ada intenet, untuk mengkasesnya adalah fungsi dari sejumlah komponen, apa sajakah itu? Bagaimana dengan internet dan pengguna, siapakah yang paling mendominasi internet. Internet yang telah berkembang pesat namun menciptakan berbagai macam dampak negatif akibat penyalahgunaan seperti pornografi dalam world wide web, hak cipta (red: kepemilikan hak kekayaan intelektual) dan privasi. Bab ini ditutup apik dengan pembahasan mengembangkan kemampuan melek media dengan menciptakan kebiasaan dalam dunia yang terkoneksi.

 

Peresensi: Dianty Utari

2,582 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.